Salah satu area di perairan Laut China Selatan. (EPA-EFE)
Kapal Kargo Vietnam Tenggelam di Laut China Selatan, 17 Orang Hilang
Willy Haryono • 26 July 2026 18:40
Beijing: Setidaknya 17 orang dinyatakan hilang dalam insiden kapal kargo berbendera Vietnam yang tenggelam di Laut China Selatan, dengan 45 lainnya telah berhasil diselamatkan hingga Minggu, 26 Juli 2026.
Media pemerintah Tiongkok, CCTV, melaporkan kapal Khoi Nguyen 18 yang membawa 62 warga negara Vietnam mengalami keadaan darurat di perairan dekat Fiery Cross Reef pada Sabtu malam.
Sinyal darurat dari kapal pertama kali terdeteksi oleh kapal penyelamat Tiongkok Nanhai Jiu 115. Kapal tersebut kemudian menemukan sebuah rakit penyelamat yang membawa 29 orang sekitar 38 mil laut di utara Fiery Cross Reef.
Operasi penyelamatan selanjutnya berhasil mengevakuasi lebih banyak korban sehingga total 45 orang berhasil diselamatkan. Saat ini, dua kapal penyelamat dan satu helikopter terus dikerahkan untuk mencari 17 orang yang masih belum ditemukan.
Kapal Khoi Nguyen 18 memiliki panjang hampir 70 meter dengan bobot kotor sekitar 999 ton.
Kementerian Luar Negeri Vietnam menyatakan otoritas negara itu segera berkoordinasi setelah insiden terjadi dan langsung mengerahkan operasi pencarian serta penyelamatan.
Dalam operasi tersebut, Vietnam juga mendapat dukungan dari tim SAR China serta kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.
"Vietnam mengerahkan operasi pencarian dan penyelamatan dengan dukungan pasukan SAR Tiongkok dan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam kepada media setempat seraya menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan Tiongkok.
Lokasi tenggelamnya kapal berada di sekitar Fiery Cross Reef yang merupakan bagian dari Kepulauan Spratly, salah satu kawasan sengketa di Laut China Selatan.
Tiongkok mengklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan, termasuk Kepulauan Spratly, yang di kawasan tersebut telah dibangun landasan pacu dan pulau-pulau buatan dengan fasilitas militer.
Klaim Beijing tumpang tindih dengan klaim sejumlah negara lain, yakni Vietnam, Filipina, Taiwan, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Baca juga: Kapal Turis Terbalik di Teluk Halong Vietnam, 27 Orang Tewas