Menag: Relasi Presiden Prabowo dan Ulama Kunci Stabilitas Bangsa

Menteri Agama Nasaruddin Umar. Foto: Dok Kemenag

Menag: Relasi Presiden Prabowo dan Ulama Kunci Stabilitas Bangsa

M Ilham Ramadhan Avisena • 3 February 2026 15:24

Jakarta: Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menilai komunikasi intensif antara Presiden Prabowo Subianto dan para ulama menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah global. Relasi ulama dan umara (pemimpin) dalam periode pemerintahan Prabowo dinilai berlangsung sangat positif dan produktif.

Nasaruddin menjelaskan Prabowo secara rutin bertemu dengan para tokoh agama untuk menyampaikan perkembangan aktual, sekaligus membuka ruang dialog dua arah. Dalam pertemuan tersebut, ulama tidak hanya menerima informasi, tetapi juga memberikan masukan langsung kepada Prabowo sebagai umara.

"Jadi hubungan antara ulama dengan umara itu dalam periode ini sangat bagus ya. Dan saya kira itu sangat positif untuk bangsa kita seperti sekarang ini," kata Nasaruddin di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026. 

Salah satu isu global yang turut dibahas dalam pertemuan Presiden dengan tokoh-tokoh Islam adalah keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP). Nasaruddin menyebut Prabowo telah banyak menjelaskan posisi Indonesia kepada publik dan kepada para ulama.

Menyoal adanya penolakan dari sebagian organisasi masyarakat Islam terhadap keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian, Nasaruddin memandang hal itu sebagai dinamika wajar dalam masyarakat demokratis. Menurut dia, perbedaan pandangan sering muncul, karena belum adanya pemahaman yang utuh.

"Memang kalau orang itu belum paham penjelasan dari Bapak Presiden berpotensi untuk berbeda pendapat. Tapi setelah orang mendengarkan penjelasannya secara rinci, ya maka apa yang disampaikan Bapak Presiden itu, maka pada akhirnya alhamdulillah bisa saling memberikan masukan," kata dia. 
 

Baca Juga: 

Presiden Prabowo Kumpulkan 50 Tokoh Ormas Islam, Bahas Isu Dalam Negeri hingga Gaza



Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri peresmian Bord of Peace (BoP). Foto: Setrpres

Nasaruddin menegaskan Kementerian Agama bersikap proaktif dalam menyosialisasikan sikap dan kebijakan Prabowo terkait isu perdamaian global. Dia menyebut Kemenag telah menggelar berbagai forum akademik dan keagamaan untuk mengartikulasikan pernyataan Presiden di tingkat internasional.

"Kami proaktif ya. Kami kan punya 57 UIN se-Indonesia. Jadi menanggapi pernyataan Bapak Presiden beberapa waktu yang lalu, kita langsung adakan empat seminar," terang dia. 

Seminar tersebut melibatkan pakar internasional dari Amerika, Australia, hingga Asia Tenggara, serta menghadirkan wartawan senior dari Palestina. Hasilnya dirumuskan dalam makalah ilmiah dan disebarluaskan kepada berbagai pihak.

Dia menilai upaya tersebut berhasil meluruskan banyak kesalahpahaman di tengah masyarakat. "Banyak tadinya yang salah paham tetapi begitu membaca hasil seminar yang dikemukakan oleh para tokoh, para ulama, dan para pakar, akhirnya oh iya," tutur Nasaruddin. 

Dia juga menilai langkah Prabowo memiliki orientasi jangka panjang dan relevan dengan tantangan zaman. Dia bahkan membandingkannya dengan peristiwa Perjanjian Hudaibiyah dalam sejarah Islam, yang awalnya menuai penolakan namun terbukti membawa kebaikan.

"Kita berharap semoga Bapak Presiden melalui doanya para ulama, doanya warga masyarakat, Indonesia akan semakin memiliki posisi penting dalam dunia internasional," ujar Nasaruddin. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)