Kamp Pelatihan Timnas Jerman di North Carolina Disusupi Ular Berbisa

Kiper Timnas Jerman Manuel Neuer. Instagram @manuelneuer

Kamp Pelatihan Timnas Jerman di North Carolina Disusupi Ular Berbisa

Whisnu Mardiansyah • 17 June 2026 18:11

Jakarta: Piala Dunia 2026 menghadirkan tantangan yang tidak biasa bagi para peserta. Selain menghadapi tekanan pertandingan dan persaingan ketat di lapangan, sejumlah tim nasional kini juga harus beradaptasi dengan lingkungan alam Amerika Serikat yang berbeda dengan negara asal mereka.

Salah satu isu yang menjadi perhatian serius adalah keberadaan ular berbisa di sekitar kamp latihan sejumlah tim Eropa. Timnas Jerman menjadi salah satu tim yang secara terbuka mengakui kekhawatiran tersebut setelah beberapa pemain melihat ular berbisa di sekitar area latihan mereka di Winston-Salem, North Carolina.

Kapten Timnas Jerman, Joshua Kimmich, mengungkapkan para pemain sempat diberi peringatan mengenai keberadaan ular jenis copperhead, salah satu spesies ular berbisa yang banyak ditemukan di wilayah tenggara Amerika Serikat.

"Kami melihat ular kemarin dan diberitahu bahwa ular itu berbisa. Jika Anda digigit, Anda harus pergi ke rumah sakit. Saya rasa Anda tidak akan meninggal, tetapi tentu saja itu berbahaya," ujar Kimmich dikutip BBC, Rabu, 17 Juni 2026.

Ia mengatakan ancaman tersebut membuat para pemain lebih berhati-hati saat berjalan di area terbuka.

"Begitu Anda mengetahui jenis ular itu dan apa yang bisa terjadi jika digigit, situasinya tidak lagi terasa lucu. Kami datang untuk mempersiapkan diri menghadapi turnamen terbesar dunia, tetapi sekarang para pemain juga harus memperhatikan tanah sebelum melangkah," kata Kimmich.
 


Copperhead, Ular Berbisa yang Umum di North Carolina

Copperhead atau Agkistrodon contortrix merupakan salah satu ular berbisa yang paling umum ditemukan di wilayah Timur dan Tenggara Amerika Serikat, termasuk North Carolina. Ular ini memiliki warna cokelat kemerahan dengan pola menyerupai jam pasir pada tubuhnya sehingga mampu berkamuflase dengan dedaunan kering di hutan maupun rerumputan.

Meski racunnya jarang menyebabkan kematian, gigitan copperhead dapat menimbulkan rasa sakit yang hebat, pembengkakan, kerusakan jaringan, hingga memerlukan penanganan medis intensif. Menurut otoritas satwa liar North Carolina, sebagian besar kasus gigitan terjadi karena seseorang tidak sengaja menginjak atau terlalu dekat dengan ular yang sedang bersembunyi.

Karena itu, tim medis dan pengelola kamp latihan Timnas Jerman dikabarkan memberikan pengarahan khusus kepada seluruh pemain dan staf mengenai langkah antisipasi apabila bertemu satwa liar selama berada di Amerika Serikat.

Timnas Jerman memilih Winston-Salem sebagai pusat persiapan selama Piala Dunia 2026. Kota yang berada di North Carolina tersebut dikenal memiliki fasilitas olahraga modern dengan suasana yang relatif tenang.


Ular Black Mamba. (viperskin/flickr)


Namun, letak geografis kota yang dikelilingi kawasan hijau dan hutan alami membuat berjumpa dengan satwa liar menjadi sesuatu yang tidak dapat dihindari. Tidak hanya ular, kawasan tersebut juga menjadi habitat berbagai satwa lain seperti rusa liar, rakun, tupai, hingga beberapa jenis laba-laba berbisa.

Bagi para pemain Jerman yang terbiasa dengan lingkungan Eropa, kondisi tersebut tentu menjadi pengalaman baru. Kimmich bahkan mengaku menghormati masyarakat setempat yang terbiasa hidup berdampingan dengan satwa liar.

"Di Jerman saya tidak terlalu memikirkan hewan berbahaya. Di sini berbeda. Saya menghormati orang-orang yang hidup berdampingan dengan kondisi seperti ini," ujarnya.

Kekhawatiran terhadap ular berbisa ternyata tidak hanya dirasakan Jerman. Timnas Swiss yang bermarkas di San Diego, California, juga mengambil langkah pencegahan dengan menandai beberapa area di sekitar kamp latihan sebagai "snake area" atau kawasan rawan ular.

Pihak pengelola kamp meminta pemain menghindari area tersebut, terutama pada pagi dan sore hari ketika ular lebih aktif keluar dari persembunyiannya. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko yang dapat mengganggu persiapan tim selama turnamen berlangsung.

Timnas Norwegia yang juga bermarkas di North Carolina mengaku tidak nyaman dengan informasi mengenai banyaknya populasi copperhead di wilayah tersebut. Kapten Norwegia, Kristian Thorstvedt, secara terbuka menyampaikan kekhawatirannya.

"Saya sama sekali tidak senang mendengar informasi itu," kata Thorstvedt.

Pemerintah Kota Greensboro bahkan mencantumkan copperhead sebagai salah satu ular yang paling sering ditemui di wilayah mereka. Bagi banyak tim Eropa, ancaman ular berbisa menjadi tantangan yang tidak pernah mereka perkirakan sebelumnya.

(Whisnu M)