Wasit Mohammed Khalfan Salim Al-Manii. (Dok. ASEAN United FC)
Kontroversi Wasit Singapura vs Indonesia, dari Anulir Kartu Kuning Hingga Backpass
Riza Aslam Khaeron • 8 August 2026 18:50
Jakarta: Kontroversi terkait netralitas wasit pertandingan sepak bola merupakan hal yang kerap terjadi dalam turnamen-turnamen akbar olahraga terpopuler di dunia tersebut.
Ketika Piala Dunia 2026 baru usai beberapa pekan lalu, netizen kerap mempertanyakan netralitas wasit dalam laga-laga timnas Argentina. Juara Piala Dunia 2022 tersebut dituduh mendapatkan perlakuan istimewa (favoritisme) dari federasi sepak bola dunia, FIFA, sepanjang turnamen.
Kali ini, warganet Indonesia kembali dihebohkan oleh tuduhan serupa setelah Timnas Indonesia tersingkir di fase grup Piala AFF 2026. Kepastian ini menyusul hasil akhir laga Singapura vs Indonesia pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Dalam laga tersebut, Indonesia harus menelan pil pahit tersingkir dari asa melangkah ke babak semifinal setelah bermain imbang 1-1 melawan The Lions di Stadion Jalan Besar, Singapura.
Hasil ini membuat Indonesia hanya menambah 1 poin dan mengakhiri kompetisi di peringkat ke-3 klasemen akhir Grup A dengan total 7 poin. Sementara itu, Singapura berhak lolos ke semifinal sebagai runner-up dengan raihan 8 poin.
Netizen menuding wasit asal Oman yang memimpin laga tersebut, Mohammed Khalfan Salim Al-Manii, memberikan perlakuan khusus yang menguntungkan sang tuan rumah. Lantas, siapa sebenarnya sosok wasit tersebut, dan tindakan apa saja yang dilakukannya hingga memicu kemarahan warganet? Berikut penjelasannya.
Profil Mohammed Khalfan Salim Al-Manii
.jpg)
Laga Singapura vs Indonesia, 7 Agustus 2025. (Dok. ASEAN United FC)
Jejak Al-Manii sebagai pengadil lapangan di kompetisi kasta tertinggi Oman setidaknya dapat ditelusuri sejak musim 2023/2024.
Data Transfermarkt mencatat debutnya di Oman Professional League terjadi pada 25 Agustus 2023. Hingga musim 2025/2026, ia tercatat aktif memimpin pertandingan di liga utama Oman selama tiga musim berturut-turut.
Pada musim 2025/2026, Al Mani tercatat memimpin tujuh pertandingan di Oman Jindal League. Salah satunya adalah laga sengit antara Al Seeb melawan Al Khaboura pada 19 Agustus 2025 yang berakhir imbang 2-2. Ia juga dipercaya menjadi wasit utama dalam laga Al Nasr melawan Rustaq pada 14 September 2025, serta sejumlah laga domestik Oman lainnya.
Karier Al Mani tidak hanya terbatas pada kompetisi domestik.
Di level regional, pada ajang WAFF U-23 Championship 2025, ia dipercaya menjadi wasit utama laga Uni Emirat Arab U-23 melawan Arab Saudi U-23 di Al-Seeb Stadium pada 22 Maret 2025 (yang dimenangi Arab Saudi 2-0). Beberapa hari berselang, ia bertugas sebagai wasit keempat saat Suriah U-23 berhadapan dengan Bahrain U-23 di turnamen yang sama.
Al Mani juga telah mendapatkan kepercayaan dalam pertandingan internasional tingkat senior. Pada 9 September 2025, ia bertindak sebagai wasit utama laga Sri Lanka vs Maladewa di Colombo Racecourse Stadium yang berakhir 1-1.
Selain itu, namanya juga tercatat sebagai wasit keempat dalam laga persahabatan Oman melawan Sudan pada Maret 2025, serta laga Gulf Club Champions League antara Sitra melawan Zakho pada Oktober 2025.
Al Mani di Pertandingan Singapura vs Indonesia
Pendukung Timnas Indonesia di media sosial kerap menuduh sang wasit memberikan perlakuan khusus kepada tim tuan rumah. Salah satu kejadian yang paling banyak mendapatkan sorotan terjadi sekitar menit ke-58 saat Indonesia tengah unggul 1-0.Kala itu, gelandang Indonesia Ivar Jenner terlibat perselisihan dengan pemain Singapura, Song Ui-young, setelah Ivar menjatuhkannya. Tidak terima dengan tindakan tersebut, Song bangkit dan melayangkan sikutan ke arah badan Ivar.
Wasit Al Mani awalnya menganugerahkan kartu kuning kepada kedua pemain. Namun, karena Song sebelumnya telah mengantongi kartu kuning, ia menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah. Song pun diusir keluar lapangan dan memaksa Singapura bermain dengan 10 orang.
Akan tetapi, akibat protes keras dari para pemain Singapura, wasit memutuskan untuk meninjau kembali insiden tersebut melalui monitor VAR dan siaran ulang pertandingan. Usai melihat tayangan ulang, wasit Al Mani mengambil keputusan dengan mencabut kartu kuning untuk kedua pemain, sehingga Song diperbolehkan kembali ke lapangan.
Tak lama berselang, pemain Singapura Ilhan Fandi berhasil mencetak gol penyeimbang pada menit ke-66, memaksakan skor imbang 1-1 yang bertahan hingga laga usai.
Beberapa pengamat menilai Ivar Jenner memang sengaja melakukan provokasi dalam insiden tersebut, yang kemudian mendorong wasit untuk membatalkan keputusan kartu kuning kedua bagi pemain Singapura.
Kontroversi Backpass Singapura
Kejadian lain yang memicu perdebatan terjadi pada menit ke-63. Kiper Singapura menangkap bola dari umpan rekannya sendiri saat berada di bawah tekanan para pemain Indonesia.Tindakan ini dalam sepak bola dikenal sebagai backpass. Berdasarkan Aturan 12 International Football Association Board (IFAB), tendangan bebas tidak langsung akan diberikan jika seorang penjaga gawang menyentuh bola dengan tangan/lengannya di dalam area penalti sendiri setelah:
- Bola secara sengaja ditendang kepada kiper oleh rekan satu tim.
- Menerima bola secara langsung dari lemparan ke dalam yang dilakukan rekan satu tim.