Warga mencari korban selamat di antara puing-puing bangunan. Foto: EPA
Gempa 7,4 Magnitudo di Kolombia Menewaskan 111 Orang
Fajar Nugraha • 11 August 2026 05:41
Bogota: Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin 10 Agustus 2026 menewaskan sedikitnya 111 orang, meruntuhkan puluhan bangunan, dan getarannya terasa hingga ke negara-negara tetangga.
Tim darurat segera dikerahkan untuk membantu korban dan mencari penyintas di bawah reruntuhan setelah gempa melanda wilayah pesisir Choco pada pukul 07.34 waktu setempat.
"Situasinya kritis," ujar Wali Kota Pereira, Mauricio Salazar, kepada Caracol Radio, seperti dikutip Anadolu, Selasa 11 Agustus 2026.
Sebanyak 27 orang tewas di departemen Valle del Cauca, dan dua orang lainnya meninggal di kota Manizales, yang terletak di kawasan penghasil kopi Kolombia.
Gempa tersebut menyebabkan menara katedral kebanggaan kota Manizales runtuh, menurut pengamatan jurnalis AFP.
"Banyak sekali bangunan" di kota itu mengalami kerusakan, kata seorang pejabat setempat, Jaime Zuluaga.
"Lalu lintas lumpuh total dan warga enggan kembali ke rumah karena takut akan gempa susulan,” ungkap Zuluaga.
Bandara ditutup
Dua puluh bangunan runtuh di Cali, kota terbesar ketiga di Kolombia, menyebabkan orang-orang terjebak di bawah reruntuhan, kata Wali Kota Alejandro Eder.Gubernur Choco memperingatkan adanya kerusakan parah di ibu kota provinsi, Quibdo, di mana rekaman video memperlihatkan lebih banyak bangunan hancur menjadi puing-puing. Jumlah korban jiwa di wilayah yang kurang mampu tersebut belum diketahui secara pasti.
Ekuador, Panama, dan Venezuela juga merasakan gempa pagi hari itu, yang memicu evakuasi penghuni gedung di Bogota.
Masih mengenakan pakaian tidur, banyak warga berhamburan ke jalan begitu merasakan getaran gempa, menurut laporan wartawan AFP.
"Gempanya sangat, sangat kuat," ujar seorang pembuat konten, Valeria Polo, di ibu kota, tempat hanya tercatat kerusakan ringan.
Sementara itu, enam bandara kecil di wilayah barat Kolombia menghentikan operasionalnya, menurut badan penerbangan sipil, sementara otoritas sepak bola menunda pertandingan sepak bola yang dijadwalkan akan berlangsung. Presiden Abelardo de la Espriella, yang baru saja dilantik pada Jumat mengatakan bahwa ia sedang menuju Bogota untuk mengadakan rapat darurat.
"Kepada rakyat Kolombia yang sedang menghadapi masa-masa sulit saat ini, saya ingin mengatakan: Anda tidak sendirian," tambah De la Espriella.
De la Espriella telah berjanji untuk membangun hubungan erat dengan Amerika Serikat dan Israel, yang keduanya telah menyatakan dukungan setelah bencana tersebut terjadi.
“Washington memantau dengan cermat gempa bumi besar yang melanda Kolombia dan siap mendukung rakyat Kolombia," tulis Menteri Luar Negeri Marco Rubio di platform X.
Israel menawarkan bantuan, demikian pula Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum dan Presiden Ekuador Daniel Noboa.
Pada Juni, dua gempa bumi susul-menyusul di Venezuela dengan magnitudo 7,2 dan 7,5 menewaskan lebih dari 6.000 orang dan menyebabkan kerusakan luas.