Penembakan di SMA Filipina, Enam Siswa Dilaporkan Tewas

Petugas medis merawat korban penembakan di SMA Filipina. Foto: Anadolu

Penembakan di SMA Filipina, Enam Siswa Dilaporkan Tewas

Fajar Nugraha • 18 September 2026 16:59

Manila: Setidaknya enam siswa tewas dan 17 lainnya terluka dalam insiden penembakan di sebuah sekolah menengah atas (SMA) di wilayah selatan Filipina pada Jumat 18 September 2026.

Departemen Kesejahteraan dan Pembangunan Sosial Filipina mengatakan, penembakan itu terjadi di Banga National High School di kota Banga, Provinsi Cotabato Selatan.

“Pelaku penembakan, yang diduga merupakan seorang siswa, termasuk di antara korban tewas,” demikian dilaporkan GMA Network, seperti dikutip dari Anadolu.

Kegiatan belajar-mengajar di semua tingkat pendidikan di seluruh wilayah Banga segera dihentikan menyusul insiden tersebut, menurut Kantor Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Kota Banga.

Departemen Pendidikan menyatakan "sangat prihatin" atas penembakan tersebut dan sedang berkoordinasi dengan pihak sekolah, otoritas setempat, serta aparat penegak hukum untuk mengetahui kronologi kejadian dan memberikan bantuan.

"Prioritas utama kami adalah keselamatan dan kesejahteraan para siswa, guru, dan staf sekolah," ujar pihak departemen.

Disebutkan pula bahwa layanan pertolongan pertama psikologis, serta dukungan kesehatan mental dan psikososial, akan disediakan bagi mereka yang terdampak.

Departemen tersebut juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi selama pihak berwenang melakukan penyelidikan atas penembakan itu.

Serangan hari Jumat ini terjadi sebulan setelah insiden penembakan di Universitas Ateneo de Zamboanga, Filipina selatan, yang menewaskan dua orang—termasuk pelaku penembakan yang merupakan seorang mahasiswa—pada 18 Agustus lalu.

Pihak berwenang belum mengungkapkan kemungkinan motif di balik penembakan terbaru ini.

(Fajar Nugraha)