Hujan mengguyur Riau dan membantu menekan partikulat PM2.5 di Pekanbaru hingga masuk kategori baik. (Dok. Istimewa)
Hujan Mulai Guyur Cianjur, BPBD: Waspada Potensi Bencana
Lukman Diah Sari • 20 September 2026 19:04
Cianjur: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Hujan berintensitas tinggi yang mulai melanda sebagian besar wilayah Cianjur berpotensi memicu bencana alam usai musim kemarau panjang.
Kepala BPBD Cianjur, Iwan Karyadi, menyampaikan bahwa berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan tinggi akan mengguyur sebagian besar Jawa Barat, termasuk Cianjur, dalam beberapa hari ke depan. Hal ini terbukti dengan hujan deras yang mengguyur sejak Jumat petang hingga Sabtu pagi, 19 September 2026.
Baca Juga :
"Curah hujan tinggi dengan intensitas lebih dari dua jam dapat memicu terjadinya banjir, longsor, dan pergerakan tanah. Terlebih, sebagian besar wilayah Cianjur masuk dalam zona merah tingkat kerawanan bencana tertinggi di Jabar," kata Iwan di Cianjur, Sabtu, 19 September 2026, melansir Antara.
Menyikapi ancaman hidrometeorologi tersebut, BPBD meminta warga dari wilayah utara hingga selatan Cianjur untuk lebih jeli membaca tanda alam. Masyarakat diimbau segera mengungsi secara mandiri ke tempat aman apabila hujan deras turun tanpa henti lebih dari dua jam.
Guna mempercepat penanganan darurat, BPBD telah menyiagakan puluhan petugas medis dan SAR, ditambah 360 personel Relawan Tangguh Bencana (Retana) di setiap desa. Seluruh personel ditugaskan memantau, melaporkan situasi secara langsung (*real-time*), dan mengambil langkah evakuasi jika diperlukan.

Petugas gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menuntaskan penanganan pohon tumbang akibat hujan deras yang melanda Cianjur, Sabtu (19/9/2026).ANTARA/Ahmad Fikri.
Sebagai informasi, hujan deras yang terjadi pada pergantian hari kemarin telah memicu insiden pohon tumbang di jalur utama Puncak-Cianjur, tepatnya di Jalan Ciherang-Cugenang. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut sempat mengakibatkan antrean panjang kendaraan.
"Kami berharap tidak ada bencana besar yang terjadi pada saat peralihan musim, namun kesiapsiagaan dan kewaspadaan tetap harus ditingkatkan," tegasnya.
Di sisi lain, Iwan mencatat curah hujan yang turun saat ini belum merata, khususnya di wilayah selatan Cianjur. Oleh karena itu, program penanggulangan dampak kemarau masih tetap berjalan.
"Kami masih menyiapkan skema pendistribusian air bersih dengan truk tangki untuk masyarakat terdampak kemarau, terutama di selatan, karena hujan turun belum merata," ujar Iwan.