Sejumlah personal BPBD Kabupaten Bandung saat melakukan apel persiapan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. ANTARA/HO-Pemkab Bandung
BPBD Bandung Pantau Wilayah Pangalengan usai 42 Kali Gempa Swarm
Whisnu Mardiansyah • 17 September 2026 17:45
Bandung: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, memantau wilayah Pangalengan dan Kertasari menyusul aktivitas gempa bumi swarm yang tercatat sebanyak 42 kejadian hingga Kamis pagi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung Beny Sonjaya mengatakan, pemantauan dilakukan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), khususnya di wilayah selatan Kabupaten Bandung.
“Sekarang lagi monitoring di selatan, di Kertasari dan Pangalengan bersama BMKG,” katanya di Bandung, seperti dilansir Antara, Kamis, 17 September 2026.
Beny menjelaskan, pemantauan masih berada pada tahap asesmen untuk mengetahui kondisi terkini di lapangan sekaligus mengantisipasi dampak dari aktivitas gempa swarm.
“Hasil pemantauan masih asesmen. Berdasarkan laporan dari wilayah, sejauh ini tidak ada kerusakan,” ujarnya.
BPBD Kabupaten Bandung bersama BMKG terus memantau perkembangan aktivitas gempa sebagai bagian dari upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.
“Kami tetap mengantisipasi, sehingga bersama BMKG melakukan mitigasi untuk melihat seperti apa kondisinya,” katanya.
Beny mengimbau masyarakat tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti informasi resmi BMKG terkait perkembangan aktivitas gempa di Pangalengan dan sekitarnya.

Gempa di Kabupaten Bandung dengan kekuatan M2,7, Kamis, 17 September 2026. (tangkapan layar)
Ia juga meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan menunggu pembaruan resmi dari BMKG.
“Jangan panik, tunggu informasi dari BMKG seperti apa,” katanya.
Sebelumnya, anggota Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) Daryono mengatakan aktivitas gempa swarm di Pangalengan tidak dapat diartikan sebagai pertanda pasti akan terjadi gempa bumi berkekuatan besar.
Daryono menjelaskan, gempa swarm merupakan rangkaian gempa yang terjadi berulang kali di suatu kawasan dalam periode tertentu. Dalam rangkaian tersebut, tidak terdapat satu gempa utama yang secara jelas mendominasi kejadian lainnya.