Agen imigrasi ICE yang saat ini jadi perhatian. Foto: The New York Times
Agen Imigrasi AS Tuai Kecaman Usai Gunakan Anak Dibawah Umur sebagai Umpan
Fajar Nugraha • 23 January 2026 11:40
Minneapolis: Otoritas sekolah di Minnesota, pada Selasa, 20 Januari, mengecam keras tindakan agen imigrasi federal Amerika Serikat (ICE) yang menahan seorang anak laki-laki berusia lima tahun bernama Liam Conejo Ramos. Pihak sekolah menuduh agen menggunakan anak tersebut sebagai umpan untuk menangkap imigran lain dalam sebuah operasi di pinggiran Minneapolis.
Kepala Sekolah Negeri Columbia Heights, Zena Stenvik, mengungkapkan bahwa agen federal mengambil Liam dari mobil di halaman rumahnya saat baru pulang dari prasekolah. Setelah menangkap ayahnya, agen dilaporkan memerintahkan bocah tersebut untuk mengetuk pintu rumah guna memancing penghuni lain keluar.
"Mereka pada dasarnya menggunakan anak lima tahun sebagai umpan," tegas Stenvik dalam konferensi pers, Rabu, seperti dikutip itvxnews, Jumat, 23 Januari 2026.
Juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS), Tricia McLaughlin, membantah bahwa ICE menargetkan anak-anak. Menurutnya, agen sedang berupaya menangkap ayah Liam, Adrian Alexander Conejo Arias, warga Ekuador yang dianggap berada di AS secara ilegal. McLaughlin mengeklaim sang ayah sempat mencoba melarikan diri dan meninggalkan anaknya, sehingga petugas harus mendampingi bocah tersebut demi keselamatannya.
Namun, pengacara keluarga, Marc Prokosch, mengatakan bahwa keluarga tersebut memiliki kasus suaka yang aktif dan selalu kooperatif dengan otoritas. Ia menyebut penahanan terhadap anak kecil ini sebagai bentuk kekejaman, apalagi saat ini Liam dan ayahnya dikirim ke fasilitas penahanan di Texas.
Insiden ini memicu keresahan besar di komunitas imigran Minnesota. Liam merupakan siswa keempat dari distrik Columbia Heights yang ditahan dalam beberapa pekan terakhir. Selain Liam, seorang siswa berusia 17 tahun ditangkap saat berangkat sekolah, sementara siswa berusia 10 tahun dan 17 tahun lainnya juga telah ditahan sebelumnya.
Wakil Presiden JD Vance, saat mengunjungi Minneapolis pada Kamis, membela tindakan petugas. Ia mengatakan bahwa petugas tidak mungkin membiarkan anak tersebut telantar saat ayahnya ditangkap. Namun, pernyataan ini kontras dengan fakta di lapangan di mana petugas dilaporkan menolak menyerahkan Liam kepada orang dewasa lain yang ada di rumah saat kejadian.
Operasi besar-besaran ini telah menyebabkan tingkat kehadiran siswa di distrik tersebut merosot hingga sepertiga dari total populasi sekolah. Ketegangan di Minnesota sendiri terus memuncak sejak 7 Januari lalu, setelah seorang petugas federal menembak mati seorang wanita di dalam mobilnya dalam operasi serupa.
Kematian Renee Nicole Good tersebut telah memicu gelombang protes nasional serta kecaman dari pejabat lokal dan negara bagian. Aktivis hukum imigran memperingatkan bahwa tindakan agresif pemerintah saat ini menciptakan iklim ketakutan yang mengganggu akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga imigran.
(Kelvin Yurcel)