Banjir Situbondo, Ayah dan Anak Tewas Tersengat Listrik

Ilustrasi jasad manusia. (Medcom.id)

Banjir Situbondo, Ayah dan Anak Tewas Tersengat Listrik

Lukman Diah Sari • 22 January 2026 09:43

Situbondo: Banjir luapan air sungai yang menerjang sejumlah desa di Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada Rabu malam, 21 Janauri 2026, mengakibatkan seorang  bapak dan anak meninggal dunia akibat tersengat listrik. Mereka adalah Adinda Putri Rahayu, 17, dan Abdul Wahed, 45, warga Jalan Madura Desa/Kecamatan Besuki, .

"Sesuai pesan Pak Bupati terkait dengan korban meninggal dunia, ayah dan anak, karena tersengat listrik saat banjir, seluruh biayanya ditanggung pemerintah daerah melalui Program Berantas Plus," kata Wakil Bupati (Wabup) Situbondo Ulfiyah di Situbondo, Kamis, 22 Januari 2026, melansir Antara.


Ilustrasi banjir. Metrotvnews.com/Khairunnisa Puteri M

Sementara itu, Camat Besuki Yakup Alex Susanto menuturkan, dua warganya meninggal saat korban sedang di dalam rumah. Saat itu, banjir masuk ke dalam rumah mereka.

"Jadi, dua korban tersebut meninggal dunia tersengat aliran listrik saat ayah dan anak ini sedang di rumahnya dan ketinggian air di rumah mereka sekitar satu meter," jelas dia.

Menurut Yakup, dua korban berhasil dievakuasi warga sekitar setelah listrik di Desa/Kecamatan Besuki padam. Selanjutnya, kedua korban dibawa ke RSUD Besuki.

"Korban dibawa ke rumah sakit oleh warga menggunakan truk saat banjir melanda sejumlah desa di Kecamatan Besuki," ungkap dia.

Banjir luapan air Sungai Lubawang menerjang sekitar 1.000-an rumah warga yang tersebar di sejumlah desa di Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo. Yakni di Desa Jetis, Desa Blimbing, Desa Langkap, Desa Besuki, Desa Demung, dan Desa Pesisir.

Sebelum terjadi banjir, hujan deras dan angin kencang melanda wilayah Kecamatan Besuki dan sekitarnya, sejak pukul 15.00 WIB higga 21.00 WIB.  Hujan lebat selama beberapa jam itu mengakibatkan Sungai Lubawang dan beberapa anak sungai meluap, karena tak mampu menampung debit air. Luapan air sungai tersebut kemudian menggenangi rumah warga. Ketinggian banjir dilaporkan mencapai sekitar satu meter.

BPBD Kabupaten Situbondo hingga kini masih melakukan asesmen rumah warga terdampak banjir. Informasi yang dihimpun Antara, banjir luapan air Sungai Lubawang juga merendam rumah-rumah warga Desa Kalianget di Kecamatan Banyuglugur. Tak hanya merendam rumah-rumah warga, banjir juga menggenangi jalan raya pantai utara (pantura) di Kecamatan Besuki dan Kecamatan Banyuglugur.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)