Per 19 Januari, Jumlah SPPG Mencapai 21.102

Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto- Metrotvnews.com/Hendrik

Per 19 Januari, Jumlah SPPG Mencapai 21.102

Despian Nurhidayat • 21 January 2026 12:26

Jakarta: Jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus bertambah. Per awal tahun ini, jumlah SPPG kurang lebih mencapai 21 ribu.

"Hari ini, jumlah SPPG kita, per tanggal 19 Januari (2026) malam, itu kurang lebih 21.102 SPPG," ungkap Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IX DPR, dilansir pada Rabu, 21 Januari 2026.

Dia mengatakan 21 ribu SPPG tersebut sudah bisa menjangkau 58,3 juta penerima manfaat secara nasional. 

"Dengan dana operasional harian, hari ini itu sudah mencapai Rp855 miliar dan realisasi anggaran sampai hari ini, itu sudah mendekati Rp18 triliun," kata dia.
 

Baca Juga: 

Setahun Berjalan, Program MBG Layani 55,5 Juta Penerima Manfaat

 

Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto: Dok. Antara

Dia mengatakan BGN merupakan salah satu badan yang bisa merealisasikan anggaran sebesar itu dan dananya turun langsung dari kantor kas negara ke SPPG. Pada tahun ini, pihaknya menargetkan terbentuk 28 ribu SPPG di wilayah aglomerasi dan 8.617 SPPG di daerah terpencil dengan total prediksi penerima manfaat mencapai 82,9 juta.

"Yang kita bisa kejar dan diproyeksikan di pertengahan tahun akan tercapai dengan total porsi makan yang kami proyeksikan di tahun 2026 mencapai 21 miliar," beber dia. 

Dadan menambahkan pada 2026, BGN juga akan melakukan akreditasi dan sertifikasi untuk meningkatkan kualitas layanan SPPG.

19 Ribu SPPG dalam Setahun


Dadan membeberkan capaian lembaganya selama periode 2025. Dalam setahun, kata dia, 19 ribu SPPG terbentuk dengan melayani 55,1 juta penerima manfaat.

"Selama satu tahun, pada tanggal 31 Desember 2025, kita tutup dengan jumlah SPPG 19.188," ungkap Dadan. 

Dadan mengatakan dana bantuan pemerintah yang terserap untuk program MBG mencapai Rp55,2 triliun. 

"Melebihi target yang harusnya Rp52,2 triliun menjadi Rp55,2 triliun karena Badan Gizi mendapatkan anggaran biaya tambahan dari Kementerian Keuangan," ujar dia. 

Dadan mengatakan total porsi MBG yang diproduksi dan didistribusikan selama setahun ke belakang mencapai 3,7 miliar. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)