Lestari Moerdijat: Perlindungan Anak Harus Dibangun dari Lingkungan Keluarga

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie). Foto: Dok. Metrotvnews.com

Lestari Moerdijat: Perlindungan Anak Harus Dibangun dari Lingkungan Keluarga

Putri Purnama Sari • 19 January 2026 16:13

Jakarta: Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie) menekankan upaya mendorong konsistensi peningkatan kualitas pola asuh keluarga menjadi bagian penting dalam membangun mekanisme perlindungan anak sejak dini di Tanah Air.

“Upaya peningkatan kemampuan orang tua dalam menerapkan pola asuh yang tepat bagi anak-anaknya sangat penting, sebagai bagian dari upaya membangun sistem perlindungan anak sejak lingkungan keluarga," kata Rerie dalam keterangan tertulisnya, Senin, 19 Januari 2026.

Pernyataan tersebut sejalan dengan temuan Laporan Akhir Tahun Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang dirilis pada Kamis, 15 Januari 2026. KPAI mencatat 1.508 masyarakat mengakses layanan pengaduan sepanjang 2025. Mayoritas laporan disampaikan melalui kanal daring, dengan total 2.031 kasus pelanggaran hak anak dan jumlah korban mencapai 2.063 anak.

Data Korban dan Pelaku Pelanggaran Hak Anak

Berdasarkan data demografis, korban didominasi oleh anak perempuan dengan persentase 51,5 persen, disusul anak laki-laki 47,6 persen. Sementara, 0,9 persen lainnya tidak mencantumkan jenis kelamin.

KPAI juga mencatat ayah kandung dan ibu kandung sebagai pelaku pelanggaran hak anak terbanyak. Disusul pihak sekolah dan pelaku kategori lainnya. Ironisnya, 66,3 persen kasus tidak mencantumkan identitas pelaku. 

Selain itu, dalam laporan akhir tahun tersebut, KPAI juga menyoroti masih rendahnya pemenuhan hak sipil dan partisipasi anak, terutama di wilayah tertinggal.

Mekanisme Perlindungan Anak Dinilai Masih Rapuh

Menurut Rerie, sejumlah catatan tersebut memperlihatkan masih rapuhnya mekanisme perlindungan anak yang ada saat ini. Ia berpendapat bahwa pemahaman orang tua terkait pola asuh yang baik dalam keluarga harus mampu diterapkan secara luas. 

Anggota Komisi X DPR RI itu berharap dapat dibangun mekanisme yang mampu dipahami para orang tua dan semua pihak terkait dalam upaya menerapkan pola asuh yang tepat dalam setiap keluarga. 

Peran Negara dan Masyarakat Sangat Diperlukan

Selain penguatan penerapan pola asuh yang baik dalam keluarga, sangat diperlukan juga masyarakat yang responsif dan hadirnya negara dalam membangun ekosistem perlindungan anak yang tepat di tanah air. 

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu menilai, keberhasilan membangun sistem perlindungan anak yang kuat antara lain sangat tergantung pada integrasi data yang akurat, respons cepat dalam penanganan kasus, dan keberpihakan, serta dukungan para pemangku kepentingan dalam merealisasikan sejumlah langkah yang diambil. 

"Klaborasi yang kuat antarpemangku kepentingan dapat terus dibangun secara konsisten demi melahirkan sistem perlindungan yang mampu melindungi setiap anak bangsa dari ancaman berbagai tindak kekerasan di Tanah Air," tegas Rerie.
 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)