Setelah Kulon Progo, Kini Belasan Ternak di Bantul Terjangkit PMK

Ilustrasi hewan ternak. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Setelah Kulon Progo, Kini Belasan Ternak di Bantul Terjangkit PMK

Ahmad Mustaqim • 22 January 2026 23:49

Bantul: Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mencatat belasan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di wilayah tersebut. Sebagian besar hewan yang terinfeksi masih dalam kondisi sakit.

"Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (ISIKHNas) ada 16 kasus PMK sejak awal bulan ini," kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Bantul, Novriyeni dihubungi, Kamis, 22 Januari 2026. 

Ia menjelaskan kasus PMK tersebar di enam kecamatan, yakni Bambanglipuro, Imogiri, Pandak, Pleret, Pundong, dan Sanden. Kecamatan Imogiri terdapat lima kasus; Kecamatan Pleret empat kasus; Kecamatan Bambanglipuro, Pundong, dan Sanden masing-masing dua kasus; serta Kecamatan Pandak satu kasus. 
 

"Dari sebaran kasus itu ada dua kasus sembuh berada di Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri," katanya. 
 
Sejak kasus terdeteksi, Novriyeni mengungkapkan jajarannya telah mengedarkan surat imbauan kewaspadaan di seluruh desa yang tersebar di 17 kecamatan. Mereka juga melakukan pengawasan langsung di lokasi sebaran kasus maupun area yang berisiko tinggi.

"Pengawasan juga kami optimalkan di Pasar Hewan Imogiri serta pada lalu lintas ternak antardaerah, karena titik-titik tersebut berisiko menjadi jalur penyebaran," kata dia. 


Ilustrasi pemeriksaan ternak sapi di Pasar Hewan Ambarketawan, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman. Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim


Ia mengungkapkan PMK merupakan penyakit mudah menular melalui beragam cairan yang dikeluarkan pada ternak. Selain itu, ternak menjadi tidak nafsu makan dan minum sehingga perlu pengawasan ketat. 

"DKPP Kabupaten Bantul juga menyiapkan program vaksinasi PMK tahap I pada Januari hingga Maret 2026 dengan target 6.000 dosis," ucapnya. 

Sebelumnya, dilaporkan ada 39 ekor sapi di Kabupaten Kulon Progo yang menunjukkan gejala PMK yang tersebar di Kecamatan Lendah, Temon, dan Wates. Pemerintah setempat telah memperketat pengawasan arus keluar-masuk ternak untuk mencegah penyebaran lebih luas.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)