Apresiasi Pembangunan 218 Jembatan, Presiden Prabowo: Sekarang Saya Tidur Lebih Lega

Presiden Prabowo Subianto. Dok Tangkapan Layar

Apresiasi Pembangunan 218 Jembatan, Presiden Prabowo: Sekarang Saya Tidur Lebih Lega

Achmad Zulfikar Fazli • 9 March 2026 17:48

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi kerja Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana yang telah membangun 218 jembatan di sejumlah daerah, khususnya yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Dia tidak menyangka satgas yang dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjutak itu bisa membangun ratusan jembatan dalam waktu 2,5 bulan.

“Saya tidak mengharapkan penyelesaian begitu banyak jembatan dalam waktu yang begitu singkat, saya bangga dengan prestasi dari semua petugas dari satgas jembatan, di manapun engkau berada. Ssaya minta ketua satgas untuk mengajukan kepada saya semua petugas dari semua unsur yang telah menyumbang tenaga, pikiran, usahanya untuk menyelesaikan tugas yang besar ini,” ujar Prabowo dalam keterangannya, Senin, 9 Maret 2026.
 

Baca Juga: 

Jembatan Bailey Rampung, Akses Jalan Takengon-Pameu Dibuka



Jembatan Bailey di Krueng Tingkeum, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen. Foto: Istimewa

Prabowo mengatakan mungkin ada orang yang memandang jembatan gantung yang hanya menyeberangi beberapa belas meter atau beberapa puluh meter, sesuatu yang tidak strategis. Bahkan, kata dia, ada pihak-pihak yang ingin membangun monumen-monumen besar, membangun pencakar langit, membangun gedung-gedung mewah.

Dia menegaskan pemerintahannya tidak akan membangun hal-hal yang tidak berpihak kepada rakyat kecil. Pemerintahannya akan menjawab kesulitan rakyat yang paling kecil dan paling terpencil.

Dengan pembangunan jembatan ini, dia menjadi lebih lega karena tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan dalam mengakses jalan. Terutama, anak-anak yang harus bersekolah dengan menyeberangi sungai atau kali.

“Sekarang saya tidur lebih lega karena anak-anak di desa terpencil tidak perlu lagi menyeberangi sungai dengan keadaan berbahaya terhadap keselamatannya. Anak-anak kita di tempat terpencil, tidak perlu lagi duduk di kelas dengan pakaian basah, pulang dari sekolah dengan pakaian basah. Inilah artinya bahwa jembatan gantung di daerah terpencil yang hanya sekian meter lebarnya dan hanya sekian meter panjangnya sesungguhnya jembatan itu adalah strategis bagi pemerintah yang saya pimpin, bahwa kepentingan rakyat adalah yang paling kita utamakan,” tegas dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)