Ilustrasi. Foto: Freepik.
Bagaimana Cara Capai Pertumbuhan 8%? Ini Strategi Airlangga
Ade Hapsari Lestarini • 13 February 2026 17:59
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan kunci mencapai target pertumbuhan ekonomi delapan persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Menurut Airlangga, reformasi struktural harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Ia mengibaratkan perekonomian sebagai pesawat yang bersiap lepas landas.
"Seperti pesawat kita pernah mau take off pada 1998, tetapi ada gangguan internasional. Nah sekarang kita akan take off dalam dua tahun ke depan. Tentu mesin produksi, baik itu belanja pemerintah maupun investasi pelaku usaha dan antara ini menjadi engine yang harus bergerak secara harmonis," ujar Airlangga, saat membuka Indonesia Economic Outlook 2026, di Gedung Wisma Danantara, Jumat, 13 Februari 2026.
Selanjutnya, kebijakan yang terprediksi, pendalaman sistem keuangan, perbankan maupun pasar finansial, serta penguatan dari sisi permintaan melalui konsumsi masyarakat dan ekspor menjadi faktor penting.
"Dengan dibukanya ekspor ke banyak negara di store tekstil saja, kalau kita buka semua dalam 10 tahun ke depan diperkirakan bisa meningkat 10 kali Pak Presiden. Sehingga kesempatan kerja menjadi lebih tinggi," ujar dia.
Airlangga menilai landasan kuat berupa peningkatan investasi, penyederhanaan birokrasi, serta penegakan hukum akan mendorong ekonomi Indonesia mencapai level pertumbuhan delapan persen.

Stimulus ekonomi jaga permintaan domestik
Di sisi lain, belanja pemerintah melalui program prioritas dan stimulus ekonomi berperan menjaga permintaan domestik serta menjadi shock absorber terhadap risiko perlambatan. Ia menyebut pada kuartal IV ekonomi tumbuh 4,55 persen. Ekspor tumbuh 7,03 persen, didukung peningkatan nilai dan volume, serta kenaikan kunjungan wisatawan yang naik 10 persen sepanjang 2025.
Sektor pertanian tumbuh 5,03 persen, ditopang peningkatan produksi dan dukungan terhadap ketahanan pangan serta stabilitas harga. Industri pengolahan tumbuh 5,3 persen seiring kuatnya permintaan domestik, kinerja ekspor, dan penguatan hilirisasi.
Sektor transportasi, pergudangan, akomodasi, makanan dan minuman tumbuh di atas 7 persen, didorong peningkatan mobilitas dan wisatawan. Wisatawan Nusantara tercatat mencapai 1,2 miliar perjalanan sepanjang 2025 atau tumbuh 17,55 persen dibanding 2024.
Dari sisi sosial, tingkat kemiskinan tercatat 8,25 persen dengan rasio gini di level 0,36. Tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,74 persen dengan tambahan serapan tenaga kerja 2,71 juta orang.
Airlangga menegaskan momentum tersebut selaras dengan tema rencana kerja pemerintah, yakni kedaulatan pangan, energi, dan transformasi ekonomi menuju Indonesia Maju. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2026 sebesar 5,4 persen dengan potensi mencapai 5,6 persen, didorong sektor pertanian, manufaktur, digital, dan energi.
Implementasi program prioritas seperti makan bergizi gratis, koperasi desa Merah Putih, dan program tiga juta rumah juga diharapkan memperkuat fondasi pertumbuhan.