Ekshibisi Beladiri Tsufuk Indonesia ke-XXI resmi digelar di Pusdiklat Dewan Da'wah Bekasi, Sabtu, 7 Februari 2026
Ekshibisi Beladiri Tsufuk Indonesia ke-XXI Digelar di Kota Bekasi
Whisnu Mardiansyah • 13 February 2026 21:31
Bekasi: Ekshibisi Beladiri Tsufuk Indonesia ke-XXI resmi digelar di Pusdiklat Dewan Da'wah Bekasi, Sabtu, 7 Februari 2026. Ajang tahunan ini diikuti 463 peserta dari berbagai lembaga dan daerah di Indonesia, menjadikannya salah satu kegiatan pembinaan terbesar dalam sejarah penyelenggaraan olahraga Tsufuk.
Ekshibisi XXI mempertandingkan dua kategori utama, yakni Turgul (tanding sesuai usia dan berat badan) serta Koreografi Jurus (kreativitas dan kekompakan gerak dua hingga tiga orang). Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga pembinaan karakter untuk menumbuhkan keberanian, kedisiplinan, kekompakan, serta menjunjung tinggi adab dan sportivitas.
"Ekshibisi Tsufuk Indonesia diharapkan terus menjadi wadah pembinaan generasi yang kuat secara fisik, matang secara mental, dan kokoh dalam nilai-nilai keislaman," kata Panitia Ekshibisi Beladiri Tsufuk Indonesia ke-XXI dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 13 Februari 2026.
Dengan partisipasi ratusan peserta serta persaingan yang semakin kompetitif, Ekshibisi ke-XXI menegaskan konsistensi Tsufuk Indonesia dalam membangun tradisi pembinaan beladiri yang terstruktur dan berkelanjutan di tingkat nasional.
Total pertandingan menghasilkan 32 juara I, 30 juara II, dan 34 juara III, dengan akumulasi 190 poin juara. Sekolah Islam Terpadu Al Ittihad Ciampea Bogor keluar sebagai juara umum dengan raihan 9 juara I, 7 juara II, dan 8 juara III. Tim dari Bogor itu total mencatatkan 24 pemenang, 49 poin, serta persentase kemenangan 31 persen.
Posisi kedua ditempati Dewan Dakwah Indonesia dengan 26 poin, terdiri atas 2 juara I, 6 juara II, dan 8 juara III dari 162 peserta. Peringkat ketiga diraih Bunyan Indonesia dengan 23 poin, melalui 4 juara I, 4 juara II, dan 3 juara III.
Sejumlah lembaga lain juga mencatatkan prestasi, antara lain Mako Sigab Persis Kota Bekasi (7 poin), Al Amanah Ciracas (7 poin), Al Adzkar Tangerang Selatan (7 poin), SDIT Latahzan (6 poin), Mimbar Huffazh Karawang (5 poin), serta Markaz Qur'an Jakarta Timur (5 poin).
Beberapa lembaga mencatatkan persentase kemenangan 100 persen, seperti Cordova Samarinda, Serpong, Universitas Mulawarman, Pamulihan, Jakarta Islamic Centre, Jati Asih Bekasi, dan SDIT Ash-Shiddiqiyah Tanrang Selatan. Prestasi tersebut diraih meskipun dengan jumlah peserta yang relatif terbatas.
Tentang Beladiri Tsufuk Indonesia
Beladiri Tsufuk Indonesia adalah beladiri asli Indonesia yang diadaptasi dan dikaji kembali dari Beladiri Thifan Po Khan. Thifan Po Khan berasal dari daerah Thurfan, Tiongkok bagian Utara yang berbatasan dengan Rusi. Proses adaptasi dilakukan oleh Namida Habiburrahman selaku Guru Utama.
Melalui berbagai pengkajian, dari metode sebelumnya yang identik dengan pola latihan agak keras, Namida Habiburrahman berinisiatif menyesuaikannya agar lebih efektif dan efisien. Inisiatif tersebut dilakukan dengan persetujuan AD El-Marzdedeq, sesepuh dan guru utama Thifan Po Khan yang mempopulerkan beladiri ini di Indonesia.
Dari hasil pengkajian tersebut lahirlah Beladiri Thifan Po Khan Tsufuk pada tahun 2000 yang kemudian berganti nama menjadi Beladiri Tsufuk Indonesia. Pada tahun 2012, beladiri ini resmi berlepas dari Thifan Po Khan.
Beladiri Tsufuk Indonesia bermarkas di Pondok Pesantren Habiburrohman, Pamulihan, Sumedang. Beladiri ini mengombinasikan berbagai jurus tangan kosong (tangan, kaki, kuncian, bantingan) dan senjata (pedang, golok, pisau, toya). Perpaduan tersebut menjadikannya solusi beladiri kekinian yang tidak membosankan dan terus berkembang.