Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie.
Pemkot Tangsel Siagakan Puskesmas Antisipasi Keracunan Ikan Sungai Cisadane
Hendrik Simorangkir • 10 February 2026 17:42
Tangerang: Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menyiagakan seluruh puskesmas untuk mengantisipasi potensi keracunan warga usai mengonsumsi ikan dari Sungai Cisadane yang tercemar limbah zat kimia. Pencemaran tersebut diduga berasal dari gudang pestisida yang terbakar.
"Saya sudah minta dinas kesehatan untuk melakukan pendataan, deteksi, serta puskesmasnya digerakkan apabila ada warga usai makan ikan dari sungai itu merasa mual, muntah, kemudian pusing, segala macam Dari konsumsi itu segera berobat ke puskesmas terdekat kita," ujar Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, Selasa, 10 Februari 2026.
"Karena bagaimanapun sudah tercemar. Saya berharap jangan lagi ada konsumsi dulu. Karena kita masih penelitian laboratoriumnya, menunggu hasil keluar," kata Benyamin.
Selain penanganan dampak terhadap masyarakat, Pemkot Tangsel juga menyoroti pengawasan terhadap gudang dan perkantoran, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan bahan kimia. Benyamin mengakui, pihaknya mengalami kesulitan dalam melakukan pemeriksaan langsung ke sejumlah gudang.
"Tapi jujur memang untuk masuk ke pergudangan, ini mengalami kesulitan. Sulit kita mengakses masuk ke mereka untuk periksa dokumen, sertifikat layak fungsi, melihat jaringan listrik, sulit. Tidak dikasih aksesnya. Kita akan lakukan gerakan bersama untuk melakukan pemeriksaan sertifikat laik fungsinya ke tiap gudang dan perkantoran," jelas Benyamin.

Ribuan ikan mati imbas limbah kimia tercemar di Sungai Cisadane. Metrotvnews.com/Hendrik Simorangkir
Ia menyebut, Pemkot Tangsel saat ini tengah berkoordinasi dengan Polres Tangerang Selatan, Kejaksaan Negeri Tangsel, serta TNI untuk melakukan pemeriksaan bersama terhadap gudang dan perkantoran di wilayah tersebut. Menurut Benyamin, idealnya pemeriksaan terhadap gudang dan perkantoran dilakukan dua kali dalam setahun. Ke depan, pengawasan akan diperketat, terutama terhadap industri yang mengolah bahan kimia berbahaya.
"Saya juga minta tadi dinas teknis terkait untuk melaporkan, mendeteksi, dan mendata industri uang mengolah bahan-bahan kimia. Entah itu pestisida, kemudian cairan-cairan kimia lainnya, Itu dimana saja dan berapa volumenya, akan kita lakukan pengawasan yang lebih ketat," ungkap Benyamin.