Pelatih timnas futsal Indonesia, Hector Souto. Foto: ANTARA/RAUF ADIPATI.
Hector Souto Belum Maafkan Diri Usai Indonesia Gagal Juara Asia
Fachri Audhia Hafiez • 11 February 2026 08:27
Jakarta: Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, mengungkapkan perasaan mendalam pascakekalahan dramatis skuat Garuda atas Iran pada final Piala Asia Futsal 2026. Meski mencatatkan sejarah dengan mencapai partai puncak untuk pertama kalinya, pelatih asal Spanyol tersebut mengaku masih dihantui penyesalan karena trofi juara sempat begitu dekat dalam genggaman sebelum akhirnya kalah melalui adu penalti.
"Masih terasa sakit. Saya masih tidak percaya sejauh apa kita telah melangkah dengan begitu kuat. Namun saya juga belum bisa memaafkan diri karena membiarkan sebuah final yang sudah ada di tangan kita terlepas," tulis Souto dalam unggahan di akun Instagram resminya, dikutip dari Antara, Selasa, 10 Februari 2026.
Dalam laga yang berlangsung di Indonesia Arena tersebut, Indonesia sempat unggul berkali-kali sebelum Iran menyamakan kedudukan menjadi 5-5 di menit akhir babak tambahan waktu. Souto menegaskan bahwa meskipun publik merasa bangga, ia secara pribadi merasa Indonesia memiliki kualitas yang sangat pantas untuk berdiri di podium tertinggi Asia pada edisi kali ini.
"Walaupun banyak yang memberi selamat, di dalam pikiran saya masih terasa bahwa kita seharusnya bisa melakukannya. Bahwa Indonesia pantas mendapatkannya," ucap Souto.

Pemain Timnas futsal Indonesia Samuel Eko (kedua kiri) bersama rekannya Firman Adriansyah (kanan), Syauqi Saud (kedua kanan) dan pelatih Hector Souto (kiri) menangis usai kalah dari Timnas futsal Iran saat pertandingan final AFC Futsal Asian Cup 2026. Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/fzn/agr.
Kekalahan 4-5 di babak adu penalti tersebut tetap menjadi pencapaian terbaik Indonesia sejak debut di ajang ini pada 2002. Kini, pelatih berusia 44 tahun itu mengalihkan fokusnya untuk membangun visi jangka panjang, dengan target besar membawa Indonesia menembus panggung Piala Dunia Futsal 2028 melalui perencanaan dan keberanian yang matang.
"Kami ingin membawa kebahagiaan untuk seluruh negeri dan membuktikan bahwa futsal adalah olahraga masa depan ketika dijalankan dengan visi, perencanaan, dan keberanian. Dan kita sudah melihatnya. Kita sudah membuktikannya," kata Souto.