Wamenaker Afriansyah Nomor (tengah). Metrotvnews.com/ Triawati
Wamenaker Sebut Program Makan Bergizi Gratis Bantu Mengentaskan Pengangguran
Triawati Prihatsari • 8 February 2026 22:13
Solo: Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berkontribusi signifikan dalam mengurangi angka pengangguran di Indonesia. Saat ini, angka pengangguran tercatat sekitar 7,4 juta orang atau 4,5 persen.
"Jadi kalau satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) rata-rata menyerap 47 atau 50 orang, dikalikan target saat ini 15.000 dan nanti 22.000 SPPG, tentu membantu mengentaskan pengangguran," ujar Afriansyah di sela kunjungan ke SPPG Sondakan 1, Solo, Minggu, 8 Februari 2026.
Di sisi lain, Afriansyah menekankan pentingnya evaluasi dan monitoring program MBG yang dilakukan secara harian. Tujuannya untuk memastikan pelayanan diterima dengan baik oleh penerima manfaat.
"Kami dari Kementerian menekankan agar seluruh SPPG yang ada dievaluasi dan dimonitoring setiap hari. Ini bentuk pelayanan kepada anak-anak kita yang mendapat MBG setiap hari. Saya mohon bantuan kepala daerah untuk membantu memonitoring agar terjalin koordinasi baik antara pemda, provinsi, dan pusat. Sehingga hambatan yang ada dapat segera terinformasikan," beber Afriansyah.
Baca Juga :
MBG Efektif Bantu Orang Tua Penuhi Gizi Anak
Secara terpisah, program MBG diharapkan mampu menyerap 1,5 hingga 1,7 juta tenaga kerja pada tahun ini. Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan berkolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan dan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam memberikan jaminan sosial kepada relawan SPPG.
"Jadi, bagaimana memberikan fasilitas layanan sosial seperti asuransi kepada relawan yang sudah bekerja di SPPG," ungkap Afriansyah.

Makan bergizi gratis/Ilustrasi Antara
Perwakilan pengelola SPPG Sondakan 1 dari Yayasan Raditya Bhakti Nusantara Solo, Dwi Hidayah, mengonfirmasi penyerapan tenaga kerja di lapangan. SPPG tersebut telah mempekerjakan 47 tenaga kerja atau relawan.
"Jadi per SPPG relawannya 47, ditambah tim BGN tiga orang dan satu PIC dari Yayasan," ungkap Dwi.