Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni. Foto: Dok. Kemenhut.
Ketegasan Presiden Prabowo Mampu Tekan Hotspot Karhutla
Fachri Audhia Hafiez • 1 September 2026 20:25
Jakarta: Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat tren titik panas (hotspot) kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah mengalami penurunan. Capaian positif ini dinilai ketegasan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang memimpin langsung penanganan karhutla.
“Ucapan terima kasih saya tentu kepada Pak Presiden Prabowo Subianto. Beliau seorang pemimpin yang sangat tegas terutama dalam karhutla ini,” ujar Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni di Kantor Kemenhut, Jakarta Pusat, Selasa, 1 September 2026.
Baca Juga :
Raja Juli menjelaskan, arahan langsung dari Kepala Negara memberikan dorongan kuat bagi seluruh jajaran pemerintah untuk bekerja ekstra keras di lapangan. Presiden Prabowo tak hanya memimpin rapat terbatas, tetapi juga turun langsung meninjau wilayah rawan karhutla di Kalimantan dan Sumatra.
Ia menambahkan, evaluasi perkembangan situasi karhutla juga dipantau secara ketat setiap hari oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. “Hari ke hari saya selalu dicek oleh Pak Seskab maupun Pak Mensesneg tren hari ini seperti apa dan itu memotivasi kami secara keseluruhan untuk terus bekerja keras,” kata Raja Juli.
Selain faktor kepemimpinan nasional dan kerja keras tim pemadam di lapangan, Raja Juli mengapresiasi peran masyarakat. Khususnta untuk tidak melakukan pembakaran lahan (land clearing).
“Jadi kalau angkanya menurun hari ini, ini kombinasi dari semua faktor tapi ucapan terima kasih saya kepada masyarakat Indonesia yang paling tidak pada data hari ini,” kata Raja Juli.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni. Foto: Dok. Kemenhut.
Berdasarkan data Kemenhut sepanjang Agustus, tren titik panas menunjukkan perbaikan di sejumlah wilayah krusial. Provinsi Riau bahkan mencatatkan zero hotspot selama dua hari berturut-turut pada 30–31 Agustus, disusul penurunan signifikan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.
“Alhamdulillah puji Tuhan bahwa perjuangan satu bulan ini untuk mengontrol karhutla trennya membaik,” ujar Raja Juli.
Menhut mengingatkan seluruh jajaran agar tidak cepat berpuas diri. Pasalnya, September memasuki puncak El Nino yang menjadi ujian krusial berikutnya dalam upaya pengendalian karhutla secara nasional.