Pemerintah optimalkan penanganan karhutla di Kalimantan dan Sumatra. Foto: Tangkapan Layar.
Pemerintah Optimalkan Potensi Hujan untuk Atasi Karhutla di Kalimantan dan Sumatra
Siti Yona Hukmana • 1 September 2026 22:55
Jakarta: Pemerintah akan mengoptimalkan potensi hujan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di sejumlah wilayah Kalimantan yang paling terdampak. BNPB terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menurunkan hujan melalui operasi modifikasi cuaca (OMC).
“Jadi ini kalau sudah ada nanti potensi (hujan) ini tentu kami juga akan memanfaatkan ini mengoptimalkan jatuhnya hujan melalui OMC. Mudah-mudahan nanti ada rekomendasi dari BMKG untuk melakukan operasi udara yang lebih intens lagi,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton Panjaitan, dalam konferensi pers, Selasa, 1 September 2026.
“BMKG memperkirakan potensi hujan dengan intensitas sporadis di sebagian wilayah Kalimantan Barat akan ada pada tanggal-tanggal 1 sampai 7 September ini,” ucap Berton.
Selain itu, BMKG memperkirakan adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang pada periode 4 hingga 7 September di beberapa wilayah termasuk Kalimantan Tengah dan Riau yang terdampak karhutla.

Petugas gabungan melakukan penyisiran untuk memadamkan kepulan asap di Gunung Butak, Jawa Timur, Senin (1/9/2026). ANTARA/HO-Pusdalops BPBD Kabupaten Malang
Bertalian dengan itu, penanganan karhutla di sejumlah wilayah Sumatra termasuk melalui pelaksanaan OMC yang memanfaatkan awan-awan hujan menunjukkan perkembangan baik. Walaupun titik-titik api masih ditemukan di Riau dan jarak pandang umumnya masih terbatas pada jarak 9 km, Berton mengatakan kualitas udara khususnya di Kota Pekanbaru semakin membaik.
“Kami bisa menyampaikan juga bahwa hari Minggu yang lalu, _Car Free Day_ dilaksanakan di sana (Pekanbaru). Ini menandakan bahwa kualitas udara di Riau khususnya di kota Pekanbaru sudah membaik dan kita berharap dan berdoa senantiasa kualitas ini tetap terjaga dengan baik,” kata Berton.
Berton melanjutkan kualitas udara di Jambi umumnya baik. Kegiatan belajar mengajar (KBM) dan aktivitas masyarakat berjalan normal.
Lalu, terpantau hujan ringan hingga sedang di wilayah sasaran OMC yakni di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Tebo, dan Kabupaten Bungo. Sementara kualitas udara di Sumatra Selatan umumnya sedang dengan KBM dan aktivitas masyarakat berjalan normal, tapi warga tetap dianjurkan menggunakan masker.