Pertemuan perdana Komite Strategis Politik dan Pertahanan Pakta Pertahanan Makkah akan digelar di Istanbul pada Senin, 31 Agustus 2026. (Anadolu Agency)
Komite Pakta Pertahanan Makkah Akan Gelar Pertemuan Perdana di Istanbul
Willy Haryono • 30 August 2026 19:22
Istanbul: Pertemuan pertama Komite Strategis Politik dan Pertahanan yang dibentuk berdasarkan Pakta Pertahanan Bersama Makkah akan digelar di Istanbul, Turki pada Senin besok
Dilansir dari Anadolu Agency, Minggu, 30 Agustus 2026, sumber Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan pertemuan akan dihadiri Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, Menteri Pertahanan Yasar Guler, serta Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Turki Jenderal Selcuk Bayraktaroglu.
Pakistan akan diwakili Menteri Luar Negeri Mohammad Ishaq Dar, Menteri Pertahanan Khawaja Muhammad Asif, dan Kepala Staf Angkatan Darat Marsekal Asim Munir.
Sementara itu, Arab Saudi akan mengirim Menteri Luar Negeri Faisal bin Farhan, Menteri Pertahanan Khalid bin Salman, serta Kepala Staf Umum Jenderal Fayyadh bin Hamed Al-Ruwaili.
Komite tersebut beranggotakan para menteri luar negeri, menteri pertahanan, serta kepala staf umum dari ketiga negara. Forum ini dibentuk untuk memberikan arahan strategis terhadap pelaksanaan kerja sama yang tercakup dalam Pakta Pertahanan Bersama Mekkah.
Bahas Kerja Sama Pertahanan
Pertemuan tersebut diperkirakan membahas berbagai isu keamanan internasional, pengembangan kemampuan pertahanan, serta peningkatan interoperabilitas angkatan bersenjata ketiga negara.Para peserta juga akan membahas pendalaman kerja sama industri pertahanan, termasuk produksi bersama serta penelitian dan pengembangan.
Upaya memperkuat kerja sama pemberantasan terorisme juga masuk dalam agenda pembahasan. Selain itu, pertemuan akan membahas kerangka pembentukan sekretariat dan mekanisme lain yang diperlukan untuk mengoordinasikan kerja sama di berbagai bidang.
Ketiga negara juga diperkirakan menyusun peta jalan (roadmap) mengenai langkah-langkah yang akan dilakukan dalam periode mendatang.
Pertemuan tersebut diharapkan menegaskan bahwa Pakta Pertahanan Bersama Mekkah terbuka bagi negara-negara yang ingin memperkuat keamanan, perdamaian, dan stabilitas kawasan melalui pendekatan keamanan bersama.
Pakta Pertahanan Bersama Makkah
Pakta tersebut ditandatangani Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di Mekkah pada 7 Agustus.Kesepakatan yang ditandatangani Turki, Pakistan, dan Arab Saudi itu bertujuan memperkuat keamanan, perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di tingkat regional maupun global, sekaligus meningkatkan kemampuan penangkalan bersama.
Salah satu ketentuan utama pakta menyatakan serangan terhadap salah satu negara anggota akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh pihak.
Pakta tersebut juga membuka peluang bagi negara atau pihak lain untuk berpartisipasi selama menghormati hukum internasional dan memiliki visi kerja sama yang damai.
Baca juga: Trump Mengaku 'Sangat Senang' atas Tercapainya Pakta Pertahanan Makkah