Juru Bicara Posko Penanganan Bencana Aceh, Muthalamuddin, mengatakan jembatan Bailey itu telah diresmikan oleh Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky. Jembatan tersebut dibangun dengan dukungan Kementerian Pertahanan dan pengerjaan dilakukan oleh prajurit TNI. Panjang jembatan 13 meter dengan lebar 4 meter.
“Semoga terbangunnya jembatan ini masyarakat bisa kembali beraktivitas normal, termasuk kegiatan ekonomi,” kata Muthalamuddin, Jumat, 16 Januari 2026.
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menyebut pihaknya telah mengajukan pembangunan delapan jembatan Bailey. Saat ini, fokus pembangunan berada di dua lokasi dalam Kecamatan Nurussalam, yaitu di Baroh Bugeng dan Gampong Seneubok Rambong.
Pihaknya juga mengusulkan pembangunan jembatan gantung di kawasan Simpang Jernih yang menghubungkan Gampong Batu Sumbang dengan Pantai Kera.
“Tidak semua lokasi memungkinkan untuk dibangun jembatan Bailey karena kondisi konstruksi tanah,” ujar Iskandar.
Ia memastikan pihaknya akan terus memetakan jembatan-jembatan di Aceh Timur yang kondisinya kritis dan mengajukan bantuan ke pemerintah pusat. "Sehingga pembangunan infrastruktur darurat bisa segera dilakukan demi keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat," jelas Iskandar.

Jembatan Bailey Wih Kanis di Kampung Mangku, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah, kembali dapat dilintasi. Foto: Istimewa