Pasukan pemerintah Suriah merebut kota dan desa strategis setelah YPG/SDF mundur dari barat Eufrat. (Anadolu Agency)
Militer Suriah Perluas Kendali di Raqqa, Tekan Pangkalan Udara Tabqa
Willy Haryono • 19 January 2026 11:36
Damaskus: Militer Suriah mengumumkan perluasan kendali di wilayah pedesaan Raqqa pada Sabtu lalu setelah merebut sejumlah kota dan desa strategis. Pergerakan tersebut membawa pasukan pemerintah semakin dekat ke Tabqa dan meningkatkan tekanan terhadap pangkalan udara utama di wilayah itu.
Komando Operasi Militer Suriah menyatakan pasukan pemerintah telah memasuki kota al-Mansoura dan menguasai kamp militer Hajanah di sekitar Tabqa. Kemajuan ini terjadi setelah kelompok bersenjata YPG dan SDF menarik diri dari wilayah barat Sungai Eufrat.
Mengutip laporan kantor berita pemerintah SANA, unit militer Suriah juga telah mengamankan wilayah al-Rasafa, termasuk benteng bersejarahnya di pedesaan selatan Raqqa. Sejumlah kota dan desa lain, yaitu Henideh, al-Safsafa, Rajm al-Ghazal, dan Zur Shammar, dilaporkan kini berada di bawah kendali penuh tentara pemerintah.
Pasukan garis depan dilaporkan telah mendekati pinggiran Tabqa. Militer Suriah menegaskan bahwa target utama operasi ini adalah melumpuhkan Pangkalan Udara Militer Tabqa, yang selama ini disebut digunakan kelompok pemberontak sebagai pusat operasi utama mereka.
Di tengah pertempuran, unsur-unsur YPG/SDF dilaporkan mulai meninggalkan wilayah barat Sungai Eufrat dalam konvoi besar. Pemimpin SDF Ferhat Abdi Sahin mengonfirmasi penarikan pasukan ke wilayah timur sungai guna menghindari konfrontasi lebih lanjut dengan operasi militer pemerintah.
Selain di Raqqa, militer Suriah juga mengklaim telah membangun kendali penuh atas Deir Hafir dan Maskanah di pedesaan timur Aleppo. Operasi tersebut merupakan bagian dari upaya Damaskus memulihkan kedaulatan wilayah di sepanjang koridor strategis Suriah utara.
Pergerakan militer ini sejalan dengan komitmen pemerintah Suriah menjaga keutuhan wilayah negara. Pada Maret 2025, kepresidenan Suriah mengumumkan kesepakatan integrasi unsur YPG/SDF ke dalam institusi negara sebagai langkah mengakhiri upaya pemisahan diri dan memperkuat stabilitas nasional.
Situasi di wilayah barat Sungai Eufrat terus berkembang seiring upaya militer Suriah mengamankan Sabkha dan kawasan sekitarnya, guna memastikan kontrol penuh atas jalur logistik utama di wilayah utara. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Pemerintah Suriah Umumkan Gencatan Senjata dan Integrasi dengan SDF