Mendes Yandri Yakin Turnamen Esports Desa Lahirkan Petarung Hebat

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto dan Wakil Mendes PDT Ahmad Riza Patria menghadiri Grand Final Turnamen Esports Desa 2026 pada Selasa, 13 Januari 2026. (Foto: Dok. Kemendes PDT)

Mendes Yandri Yakin Turnamen Esports Desa Lahirkan Petarung Hebat

Patrick Pinaria • 14 January 2026 07:48

Boyolali: Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto dan Wakil Mendes PDT Ahmad Riza Patria menghadiri Grand Final Turnamen Esports Desa 2026 pada Selasa, 13 Januari 2026.

Mendes Yandri meyakini jika turnamen ini melahirkan para petarung hebat dari desa-desa di Tanah Air.

"Insya Allah, dari lomba Esports Desa ini akan lahir para pemain-pemain tangguh, para petarung-petarung hebat, sehingga bisa membanggakan desanya, membanggakan kabupatennya, provinsinya, dan pada akhirnya bisa membanggakan Republik Indonesia," kata Mantan Wakil Ketua MPR RI ini.

Mendes Yandri juga meyakini Turnamen Esports merupakan turnamen yang menjanjikan bagi para peserta, terutama pemenang.

Mendes Yandri menilai potensi atau bakat generasi muda di desa harus diarahkan secara baik, seperti melalui penyelenggaraan Turnamen Esports Desa Nasional yang merupakan salah satu rangkaian acara memperingati Hari Desa Nasional 2026 pada 15 Januari mendatang.

"Tadi saya kaget, ternyata ada transfer pemain ekspor yang bernilai 50 miliar rupiah. Artinya, industri ini sangat menjanjikan dan memang harus kita arahkan kepada hal-hal yang positif," kata Mendes Yandri.
 
 

Baca: Mendes PDT Pastikan Tak Ada Gesekan Antara BUMDes dan Kopdes Merah Putih


Sebelumnya, Dirjen Percepetan Pembangunan Daerah Tertinggal Samsul Widodo mengatakan, turnamen Esports Desa ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga untuk menjaring talent-talent ekonomi kreatif desa.

Untuk pemenang disiapkan hadiah berupa uang pembinaan sebesar Rp10 juta serta Piala Bupati Boyolali.

Usai lomba ini, ke depannya akan dilakukan pengembangan ekonomi kreatifnya seperti arena E Sport, di mana para talent bisa menjadi soundcaster, komentator, live streamer, pelatih, dan wasit.

Turnamen yang diikuti 3.000 peserta yang terbagi dalam kategori Free Fire dan Mobile Legends itu dalam rangka menjaring potensi atlet e-sport muda dari tingkat desa.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Rosa Anggreati)