Pakai Sistem Khumasi 198 Tahun, Jemaah Ponpes Mahfilud Dluror Mulai Puasa Hari Ini

Jemaah Mahfilud Dluror menjalankan ibadah shalat tarawih pada Senin (16/2/2026) malam dan mulai menjalankan ibadah puasa pada Selasa (17/2/2026). ANTARA/HO-Ponpes Mahfilud Dluror

Pakai Sistem Khumasi 198 Tahun, Jemaah Ponpes Mahfilud Dluror Mulai Puasa Hari Ini

Lukman Diah Sari • 17 February 2026 12:10

Jember: Sebagian warga Kabupaten Jember dan Bondowoso, Jawa Timur, yang merupakan jemaah Pondok Pesantren Mahfilud Dluror menjalankan ibadah puasa Ramadan 2026 lebih awal, yakni pada Selasa, 17 Februari 2026.

"Kami sudah menjalankan ibadah salat tarawih pada Senin malam, 16 Februari 2026, dan mulai hari ini kami berpuasa yang diikuti seluruh jamaah dan alumni, serta warga yang berada di sekitar pondok pesantren yang jumlahnya mencapai ribuan warga," kata Pengasuh Pondok Pesantren Mahfilud Dluror KH Ali Wafa di Jember, Selasa, 17 Februari 2026, melansir Antara.

Ia mengatakan penetapan awal puasa berdasarkan keyakinan yang menggunakan acuan sistem khumasi (dari Bahasa Arab artinya lima/khomsatun) yang berdasarkan pada kitab Nushatul Majaalis karangan Syeh Abdurrohman As Shufuri As Syafi'i yang sudah dijalankan selama 198 tahun.

"Sistem penghitungan khumasi, yakni penentuan awal puasa tahun ini bisa dengan cara menghitung lima hari dari awal puasa tahun sebelumnya, sehingga awal Ramadhan tahun depan juga sudah dapat ditentukan," tuturnya.

Pada tahun 2025, awal ramadan jatuh pada Jumat, sehingga lima hari dari awal puasa tahun 2025, yakni Jumat, Sabtu, Minggu, Senin, dan Selasa merupakan awal Ramadan 1447 Hijriah bagi warga di lingkungan Ponpes Mahfilud Dluror yang berada di perbatasan Kabupaten Jember dan Bondowoso.

Jemaah Mahfilud Dluror menjalankan ibadah shalat tarawih pada Senin (16/2/2026) malam dan mulai menjalankan ibadah puasa pada Selasa (17/2/2026). ANTARA/HO-Ponpes Mahfilud Dluror

Penentuan awal puasa di Pesantren Mahfilud Dluror juga berdasarkan kitab salaf Nushatul Majaalis wa Muntahobul Nafaais yang diterapkan sejak tahun 1826, sehingga tidak menggunakan metode hisab dan rukyat seperti yang dilaksanakan pemerintah dan Muhammadiyah.

"Kami berharap perbedaan penetapan awal puasa di Pesantren Mahfilud Dluror tersebut juga dihargai umat Muslim lainnya dengan keyakinan masing-masing dan selama ini tidak ada masalah karena perbedaan bisa menjadi rahmat bagi umat Muslim.

Sementara itu, berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025, Muhammadiyah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Sedangkan pemerintah melalui Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat pada Selasa sore, sidang itu menjadi forum resmi penetapan awal ramadan bagi umat Islam di Indonesia dengan prosesnya diawali dengan pemaparan posisi hilal berdasarkan data hisab.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)