4 Orang Ditangkap Pascapenembakan Pilot di Bandara Korowai, 2 Teridentifikasi Pelaku

Penembakan pesawat Smart Air. Foto: Antara

4 Orang Ditangkap Pascapenembakan Pilot di Bandara Korowai, 2 Teridentifikasi Pelaku

Whisnu Mardiansyah • 16 February 2026 13:46

Boven Digoel: Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Faizal Ramadhani, menegaskan perlindungan masyarakat sipil menjadi prioritas utama dalam setiap langkah operasi menyusul insiden penembakan terhadap dua pilot pesawat perintis di pedalaman Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.

"Korban dalam rangkaian kekerasan ini adalah warga sipil, mulai dari pilot, sopir, hingga pekerja yang membantu pembangunan sekolah. Negara tidak boleh kalah oleh teror. Kami pastikan penegakan hukum dilakukan secara profesional, terukur, dan berbasis alat bukti," kata Faizal dalam keterangan resminya, Senin, 16 Februari 2026.

Dalam dua hari terakhir, aparat gabungan telah mengamankan empat orang. Dua di antaranya dipastikan terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan, masing-masing berinisial GW dan EH. Sementara dua lainnya masih dalam proses pemeriksaan dan pendalaman oleh penyidik.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menegaskan langkah penegakan hukum dilakukan secara terintegrasi dengan pendekatan preventif dan preemtif guna menjamin stabilitas keamanan di wilayah terdampak.

"Kami tidak hanya fokus pada pengejaran pelaku, tetapi juga memastikan masyarakat tetap merasa aman dan aktivitas penerbangan perintis bisa berjalan. Pengamanan bandara, penguatan patroli, serta koordinasi lintas satuan terus kami tingkatkan agar ruang gerak kelompok bersenjata semakin terbatas," ujar Adarma.
 


Ia juga menekankan keselamatan warga menjadi orientasi utama setiap tindakan di lapangan. "Operasi ini mengedepankan perlindungan masyarakat. Setiap langkah dilakukan secara terukur dan profesional, sehingga penegakan hukum berjalan, namun kehidupan warga tetap terlindungi," tambahnya.

Menanggapi narasi yang menyebut para pelaku sebagai warga sipil biasa, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo, menegaskan setiap penindakan dilakukan berdasarkan alat bukti, keterangan saksi, serta data yang telah diverifikasi.

"Yang kami amankan adalah pihak-pihak yang teridentifikasi berdasarkan bukti. Klaim bahwa mereka warga sipil biasa adalah narasi yang tidak berdasar. Faktanya, korban dari aksi kekerasan ini justru masyarakat sipil," jelas Yusuf.

Selain insiden penembakan, aparat juga menemukan indikasi perusakan fasilitas publik, termasuk dugaan pembakaran ruang kelas. Di lokasi ditemukan botol berisi sisa bahan bakar dan potongan kayu terbakar, sementara instalasi listrik dalam kondisi tidak aktif.

Upaya pembakaran dua unit ambulans yang merupakan satu-satunya sarana transportasi medis warga juga sempat terjadi, namun berhasil digagalkan setelah warga melakukan negosiasi.

"Kalau sekolah dibakar dan ambulans dirusak, yang terdampak langsung adalah masyarakat. Anak-anak bisa kehilangan hak belajar, pelayanan kesehatan bisa lumpuh. Itu sebabnya pengamanan fasilitas publik menjadi fokus kami," tambah Yusuf.

Koordinasi dengan unsur TNI di Tanah Merah terus diperkuat, termasuk pengamanan bandara-bandara terpencil yang memiliki fasilitas sangat terbatas dan operasional yang masih bergantung pada genset.

 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)