Teladani Pola Hidup Rasulullah dengan Inspirasi Sehat Berkah Alanabi saat Ramadan

Ilustrasi Anadolu Medical Center

Teladani Pola Hidup Rasulullah dengan Inspirasi Sehat Berkah Alanabi saat Ramadan

Fajar Nugraha • 16 February 2026 18:27

Jakarta: Ramadan bukan sekadar momentum untuk menahan lapar dan dahaga, melainkan waktu yang tepat untuk menata ulang pola hidup agar lebih berkualitas dan sehat.

Di tengah padatnya aktivitas ibadah, menjaga kondisi fisik agar tetap prima menjadi bentuk ikhtiar agar ibadah dapat dijalankan secara optimal.

Semangat inilah yang melandasi pentingnya mengadopsi pola hidup sehat yang selaras dengan nilai-nilai spiritual, atau yang sering dikenal sebagai gaya hidup sehat ala Rasulullah.

Berbagai panganan hadir sebagai pengingat bagi masyarakat untuk kembali pada esensi kesehatan alami. Di bulan yang penuh kemuliaan ini, menjaga tubuh bukan lagi soal tren, melainkan bagian dari rasa syukur.

Meneladani Pola Hidup Sehat yang Sederhana

Menjaga kesehatan di bulan Ramadan sebenarnya bisa dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten. Konsep yang diusung dalam nilai-nilai kesehatan nabawi menekankan pada keseimbangan pola konsumsi dan pemanfaatan bahan-bahan alami yang disediakan oleh alam.

Chief Marketing Officer Alanabi, Rizalman, menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah mengajak masyarakat memahami esensi menjaga kesehatan secara sadar.


Ilustrasi google images


Terutama saat berpuasa, tubuh memerlukan asupan yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi metabolisme. Langkah sederhana seperti memilih bahan alami untuk sahur dan berbuka adalah awal dari transformasi kesehatan yang lebih bermakna.

Kesehatan sebagai Cerminan Ketenangan Hati

Selaras dengan hal tersebut, CEO Alanabi, Ustadz Fatih Karim, menekankan bahwa kesehatan sejati melibatkan dimensi fisik dan batin. Dalam perspektif ini, tubuh yang sehat adalah sarana untuk mencapai ketenangan hati.

"Gaya hidup sehat itu bukan tren baru. Dalam ajaran Islam, prinsip menjaga kesehatan sudah diajarkan sejak lama melalui teladan Rasulullah. Berusaha mengingatkan kembali nilai itu agar bisa dipraktikkan dengan cara yang relevan hari ini," ungkap Ustadz Fatih Karim, dalam keterangan tertulis yang diterima Metrotvnews.com, Senin 16 Februari 2026.

Di bulan Ramadan, prinsip ini menjadi kian relevan. Keberkahan dalam kesehatan tidak hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar melalui energi baik yang dipancarkan oleh tubuh yang bugar dan jiwa yang tenang.

Membangun Kebiasaan Baru yang Berkelanjutan

Melalui pendekatan yang menggabungkan nilai kesehatan, kesederhanaan, dan kepedulian, masyarakat diajak untuk menjadikan Ramadan sebagai titik awal perubahan. Mengonsumsi bahan alami secara rutin dan menjaga niat dalam setiap aktivitas adalah kunci untuk meraih keseimbangan hidup.

Pesan yang ingin disampaikan sangatlah sederhana: menjaga kesehatan bisa dilakukan dengan cara yang alami dan penuh kesadaran. Dengan begitu, setiap detik di bulan Ramadan dapat dilalui dengan kondisi fisik yang kuat dan hati yang penuh dengan keberkahan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)