Rapat bersama jajaran Ditjen Gakkum di Kantor Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Foto: Dok. Kemenhut.
Kemenhut Evaluasi Standar Personel dan Alat Manggala Agni
Fachri Audhia Hafiez • 14 July 2026 19:12
Jakarta: Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengevaluasi menyeluruh standar kebutuhan personel dan peralatan Manggala Agni sebagai langkah penguatan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Evaluasi ini bertujuan memastikan para petugas di lapangan dapat bekerja secara optimal, cepat, dan tetap mengedepankan aspek keselamatan nyawa.
“Dibuat dari tapak apa yang kita sebut Minimum Essential Cost kalau di pertahanan itu kan, minimum apa supaya Manggala Agni ini sudah equipped dengan sesuatu yang tidak membahayakan nyawa, fisik, dan dengan segera mungkin ada peralatan,” ujar Raja Juli saat menggelar rapat bersama jajaran Ditjen Gakkum di Kantor Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.
Raja Juli menjelaskan bahwa penyusunan kebutuhan minimum operasional tersebut sangat krusial sebagai fondasi dasar penanggulangan karhutla secara nasional. Kemenhut tidak ingin para petugas pemadam kebakaran hutan diterjunkan ke area konflik tanpa dukungan logistik dan proteksi fisik yang memadai.
Selain sektor alutsista penunjang, Raja Juli meninjau kembali instrumen pencegahan lainnya. Evaluasi tersebut meliputi ketepatan frekuensi pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga validitas data pemantauan tinggi muka air tanah (TMAT) di daerah-daerah rawan gambut.
“OMC cuma dua kali awal Januari misalkan, bikin 5 bikin 7, berapa yang benar-benar (diperlukan). Tapi sekali lagi government diperbaiki, TMAT-nya dilihat benar enggak air di Riau di Kalbar itu sudah di bawah itu,” kata Raja Juli.
.jpeg)
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam rapat bersama jajaran Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Kehutanan (Kemenhut), di Kantor Kemenhut RI, Jakarta. Foto: ANTARA/HO-Kemenhut RI.
Lebih lanjut, Raja Juli mewanti-wanti jajarannya agar alokasi serta penggunaan anggaran penanggulangan karhutla dilakukan secara cermat, transparan, dan terukur. Ia menegaskan tidak boleh ada pemborosan anggaran atas program yang tidak memberikan dampak riil bagi efektivitas kerja petugas di lapangan.
“Hati-hati banget, jangan aji mumpung. Hitung secara betul apa yang diperlukan oleh teman-teman di lapangan,” tegas Raja Juli.