Lagu MALIQ & D'Essentials Diangkat Menjadi Musikal Sarat Makna Kehidupan

MALIQ & D’Essentials (Foto:Dok. MALIQ & D’Essentials)

Lagu MALIQ & D'Essentials Diangkat Menjadi Musikal Sarat Makna Kehidupan

Deny Irwanto • 10 July 2026 15:05

Jakarta: Lagu-lagu MALIQ & D'Essentials mendapat kehidupan baru melalui Musikal Senja Teduh Pelita, sebuah pertunjukan teater musikal yang mengangkat kisah tentang harapan, keluarga, dan kepedulian terhadap masa depan bumi. Dipersembahkan oleh Jakarta Movin bersama Indonesia Kaya, pertunjukan ini berlangsung di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 3–12 Juli 2026.

Program Manager Indonesia Kaya, Billy Gamaliel, mengatakan seni pertunjukan memiliki kemampuan untuk menyatukan berbagai generasi sekaligus menjadi ruang refleksi bagi masyarakat.

"Kami percaya seni pertunjukan mampu menghadirkan ruang untuk berdialog, merasakan, dan bertumbuh bersama. Melalui Musikal Senja Teduh Pelita, kami ingin terus mendukung lahirnya karya-karya berkualitas yang memperkuat ekosistem seni pertunjukan Indonesia," kata Billy dalam keterangan pers dikutip, Jumat, 10 Juli 2026.

Pertunjukan ini mengadaptasi lagu-lagu MALIQ & D'Essentials menjadi sebuah cerita yang mengikuti perjalanan sembilan anak yang berupaya membangun kembali kehidupan setelah dunia dilanda krisis lingkungan, konflik, dan perubahan zaman.

Tokoh utama bernama Arah, yang diperankan secara bergantian oleh Alf Elijah Sigarlaki dan Daria Lakshmi Algamar, memimpin Pasukan Pelita dalam pencarian harapan baru. Perjalanan mereka tidak hanya menghadirkan petualangan, tetapi juga mengajak penonton memahami arti keluarga, keberanian, dan kepedulian terhadap sesama.


MALIQ & D’Essentials (Foto:Dok. MALIQ & D’Essentials)

Kolaborasi tersebut turut menghadirkan Pelita Air sebagai mitra yang membawa semangat Terang Kala Pelita, sebuah pesan bahwa secercah harapan selalu mampu menerangi langkah, bahkan di tengah situasi yang penuh tantangan.

Sebagai bagian dari kolaborasi, Pelita Air juga menghadirkan lagu Terang Kala Pelita versi Jakarta Movin sebagai in-flight music yang dapat dinikmati penumpang selama penerbangan hingga 1 Agustus 2026.

Produser sekaligus Sutradara Musikal Senja Teduh Pelita, Nuya Susantono, menjelaskan kisah dalam pertunjukan tersebut lahir dari interpretasi terhadap lirik dan semesta musikal MALIQ & D'Essentials yang selama ini dekat dengan kehidupan masyarakat.

"Bahwa di dalam diri kita ada cinta besarnya Arah yang akan melakukan apapun untuk orang yang disayanginya. Dalam diri kita pula ada Kala, yang berani berpikir kritias akan apa itu benar dan salah. Dan kita semua adalah Pasukan Pelita yang terus bertahan dan berjuang merawat kehidupan," jelas Nuya.

Hampir 20 lagu MALIQ & D'Essentials dihadirkan dalam pertunjukan ini, mulai dari Senja Teduh Pelita, Himalaya, Aurora, Jalan, Pulang, hingga sejumlah lagu dari album Begini Begitu. Seluruh lagu dirangkai menjadi perjalanan emosional yang mengiringi perkembangan para tokoh.

Mewakili MALIQ & D'Essentials, Angga Puradiredja mengaku pertunjukan tersebut memberikan makna baru bagi karya-karya yang telah mereka ciptakan.

"Hari ini, lewat Musikal Senja Teduh Pelita, lagu-lagu kami menemukan rumah baru. Mereka tidak lagi hanya hadir untuk didengar, tapi juga untuk dilihat, dirasakan, dan dihidupkan dalam sebuah dunia yang baru," ungkap Angga.

Musikal Senja Teduh Pelita melibatkan 32 pemain, termasuk 11 aktor anak, serta didukung sekitar 200 insan kreatif. Pertunjukan diperkaya dengan tata panggung modern, projection mapping, multimedia, laser, iringan musik langsung oleh Wishnu Dewanta Orchestra, hingga teknik puppetry yang menghadirkan satwa-satwa Indonesia ke atas panggung sehingga menciptakan pengalaman teater musikal yang imersif bagi seluruh keluarga.

 

(Deny Irwanto)