Presiden Prabowo Subianto mengisi dan menandatangani
Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa Atas Wafatnya Ayah Emir Qatar
Anggi Tondi Martaon • 15 July 2026 15:28
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas wafatnya ayah Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani. Hal itu ditandai dengan menandatangani buku duka di Kedutaan Besar Qatar di Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.
Prabowo tiba di Kedutaan Besar Qatar sekitar pukul 12.40 WIB. Kedatangan Kepala Negara disambut Menteri Luar Negeri Sugiono serta Duta Besar Negara Qatar untuk Republik Indonesia Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari.
“Atas nama rakyat dan pemerintah Republik Indonesia, saya menyampaikan belasungkawa kami yang mendalam atas meninggalnya Yang Mulia Ayah Amir Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani. Semoga Allah SWT Yang Maha Kuasa menempatkan di sisi terbaik di hadapan Tuhan,” tulis Prabowo dalam buku duka dikutip dari Antara, Rabu, 15 Juli 2026.
Baca Juga :
Jusuf Kalla Sampaikan Duka Cita Wafatnya Mantan Emir Qatar
Dalam kunjungan tersebut, Presiden menuju ruang pengisian buku duka untuk menyampaikan penghormatan terakhir. Sekaligus mendoakan mendiang Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani.Kehadiran Presiden dalam penandatanganan buku duka mencerminkan penghormatan pemerintah dan rakyat Indonesia atas wafatnya Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani. Kunjungan tersebut juga menjadi wujud eratnya hubungan persahabatan antara Indonesia dan Qatar yang telah terjalin selama ini.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani merupakan sosok penting di balik pembangunan dan transformasi Qatar menjadi negara yang berpengaruh di dunia. "Beliau juga adalah seorang pemimpin yang mampu membuat Qatar menjadi sebuah negara yang sangat berpengaruh," kata Sugiono.

Presiden Prabowo Subianto mengisi dan menandatangani "Book of Condolence" atau buku duka cita di Kedutaan Besar Negara Qatar, Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026. Foto: Antara.
Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani wafat pada Minggu, 12 Juli 2027, dalam usia 74 tahun. Ia memimpin Qatar sebagai emir pada 1995–2013 dan dikenal sebagai tokoh yang mentransformasi negara tersebut melalui pengembangan industri gas alam cair (LNG), pendirian jaringan media Al Jazeera, serta keberhasilan membawa Qatar menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2022.
Setelah turun takhta secara sukarela pada 2013, kepemimpinan Qatar dilanjutkan putranya, Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani.