Ilustrasi suhu panas di Prancis. Foto: paris.fr
Prancis Aktifkan Rencana Darurat Gelombang Panas Ekstrem untuk Pertama Kalinya
Muhammad Reyhansyah • 10 July 2026 20:09
Paris: Prancis akan mengaktifkan rencana darurat gelombang panas ekstrem (Extreme Heat ORSEC) untuk pertama kalinya pada Jumat, 10 Juli 2026.
Kebijakan itu diberlakukan di seluruh wilayah yang berstatus siaga merah akibat suhu tinggi.
Juru Bicara Pemerintah Prancis Maud Bregeon mengatakan pemerintah akan membuka pusat-pusat pendinginan untuk melindungi kelompok rentan, termasuk warga lanjut usia dan mereka yang membutuhkan perlindungan dari cuaca panas.
"Kami akan mengaktifkan hari ini, di seluruh wilayah yang berada di bawah status siaga merah gelombang panas, rencana Extreme Heat ORSEC. Kami juga akan membuka pusat pendinginan untuk melindungi kelompok yang paling rentan," ujar Bregeon kepada stasiun televisi TF1, dikutip dari Anadolu.
Rencana ORSEC yang diperkenalkan pada 2 Juli itu dirancang untuk mengoordinasikan respons seluruh otoritas pemerintah selama periode gelombang panas ekstrem. Program tersebut juga mencakup pengerahan sumber daya tambahan serta langkah-langkah untuk mengidentifikasi dan membantu warga yang hidup sendirian atau rentan.
Badan meteorologi Prancis, Meteo-France, menetapkan sembilan departemen di wilayah barat dalam status siaga merah mulai Jumat siang. Sementara itu, 72 departemen lainnya masih berada pada status siaga oranye.
Menurut Meteo-France, gelombang panas yang melanda Prancis sejak 4 Juli diperkirakan berlanjut setidaknya hingga Selasa pekan depan, dengan suhu diproyeksikan kembali meningkat mulai Minggu.
Cuaca panas berkepanjangan juga memicu meningkatnya kebakaran hutan. Pada pekan pertama Juli, hampir 9.921 hektare lahan terbakar, hampir tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah juga membatalkan sejumlah pertunjukan kembang api Hari Bastille di beberapa wilayah, termasuk Herault dan Vendee, karena tingginya risiko kebakaran hutan.