Total Korban Tewas Ledakan Bom Perang Dunia II di Biak Jadi 9 Orang

Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian terhadap tiga warga yang dilaporkan hilang saat bom peninggalan PD II meledak, Minggu (31/5) di Biak. ANTARA/HO/Humas Polda Papua

Total Korban Tewas Ledakan Bom Perang Dunia II di Biak Jadi 9 Orang

Lukman Diah Sari • 15 July 2026 23:25

Jayapura: Polda Papua mengungkap hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) dan Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri terkait ledakan bom sisa Perang Dunia II yang terjadi di Biak, pada 31 Mei 2026. Berdasarkan identifikasi terbaru, total korban tewas akibat ledakan tersebut menjadi sembilan orang.

"Hasil pemeriksaan antemortem terhadap sampel yang dikirim tim DVI Polda Papua mengidentifikasi salah satu korban sebagai Yohanes Andre Marandof, anak biologis Yonathan Marandof," ujar Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito di Biak  Rabu malam, 15 Juli 2026, melansir Antara

Korban lainnya teridentifikasi sebagai La Ini alias Lai Madura, ayah biologis Reza Yarangga, serta Yulianus Raubaba, kakak kandung Ester Raubaba. Ketiga korban sebelumnya dinyatakan hilang setelah ledakan bom sisa Perang Dunia II.

"Dengan teridentifikasinya identitas para korban, jumlah korban meninggal dalam ledakan bom di Jalan Wolter Monginsidi menjadi sembilan orang," kata Cahyo.

Ia mengatakan hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik juga menunjukkan bahan peledak di dalam bom sisa Perang Dunia II tersebut merupakan jenis trinitrotoluena (TNT).

Berbagai barang bukti yang diamankan dari TKP meledaknya bom peninggalan PD II di Biak yang menewaskan sembilan orang. ANTARA/HO/Dok Polres Biak Numfor

Saat ini penyidik Polres Biak Numfor telah meningkatkan penanganan kasus ke tahap penyidikan untuk mengungkap penyebab dan pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

"Bom sisa Perang Dunia II yang meledak setelah digergaji para korban rencananya akan digunakan sebagai bahan peledak untuk menangkap ikan atau bom ikan (dopis)," kata dia. 

(Lukman Diah Sari)