Ibadah haji. Foto: Metro TV/Misbahol
Kemenhaj Jambi Pastikan Ibadah Haji Jemaah Wafat Ditunaikan Lewat Badal
Silvana Febiari • 29 May 2026 08:56
Kota Jambi: Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jambi memastikan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) melakukan penggantian ibadah haji (Badal) bagi jemaah yang wafat saat melaksanakan rangkaian ibadah di Tanah Suci. Kewajiban ibadah haji yang belum terlaksana sepenuhnya ditanggung pemerintah.
"Insyaallah, haji almarhum akan dibadalkan oleh PPIH," kata Kepala Kanwil Kemenhaj Jambi Wahyudi, dilansir dari Antara, Jumat, 29 Mei 2026.
Tercatat tiga haji asal Jambi dikabarkan meninggal dunia. Terbaru, seorang haji bernama Nasrullah Ismail Sabri (54) dilaporkan wafat di Markaz 70 Mina pada Rabu, 27 Mei 2026, pukul 11.45 Waktu Arab Saudi (WAS).
Almarhum merupakan jemaah yang tergabung dalam Kloter BTH-24 Embarkasi Batam. Almarhum berasal dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Berdasarkan dokumen resmi Certificate of Death (Surat Keterangan Kematian) yang dikeluarkan oleh Misi Medis Haji Indonesia (Indonesian Medical Mission), almarhum mengembuskan napas terakhirnya akibat komplikasi penyakit jantung kronis. Kondisi itu memicu kegagalan fungsi organ tersebut secara mendadak.
Dokter yang memeriksa almarhum Melly Suryani, menjelaskan dalam dokumen tersebut penyebab langsung (direct cause) kematian almarhum adalah Acute Decompensated Heart Failure atau Gagal Jantung Dekompensasi Akut (Kode ICD-10: I50).
Kondisi kritis ini terjadi ketika jantung tiba-tiba kehilangan kemampuan untuk memompa darah secara efektif, yang umumnya memicu penumpukan cairan di paru-paru.

Kepala Kanwil Kemenhaj Provinsi Jambi Wahyudi Abdul Wahab pastikan petugas PPIH melakukan Badal untuk calon haji wafat. Pernyataan itu disampaikan di Kota Jambi, Kamis, 28 Mei 2026. ANTARA/Agus Suprayitno.
Sehari sebelumnya, kabar duka datang dari seorang calon haji asal Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, atas nama Khairusni Bilal Usman (67) yang tergabung dalam Kloter BTH-19 dilaporkan meninggal dunia di tenda pemondokan Arafah, Arab Saudi akibat serangan jantung.
Berdasarkan lembar kronologis, almarhumah wafat pada Selasa, 26 Mei 2026, sekitar pukul 21.30 WAS (Waktu Arab Saudi). Saat itu ia sedang bersama suaminya di dalam tenda maktab di Arafah. Tiba-tiba almarhumah mengeluhkan lemas dan sesak napas, hingga kemudian tidak sadarkan diri.
Sebelumnya, seorang calon haji asal Jambi atas nama Asniyati Ahmad Bawari (52) meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) King Faisal, Makkah, Arab Saudi, pukul 22.35 Waktu Arab Saudi (WAS), Sabtu, 23 Mei 2026. Asniyati Ahmad Barawi berasal dari Kelompok Terbang (Kloter) BTH 24 asal Kabupaten Sarolangun, Jambi.
Berdasarkan surat kematian (certificate of death) yang dikeluarkan oleh Indonesian Medical Mission, almarhumah meninggal dunia akibat syok kardiogenik (gagal pompa jantung).