Pilpres Kolombia 2026 berlanjut ke putaran kedua dengan keunggulan tipis kandidat konservatif. (Anadolu Agency)
Pilpres Kolombia Berlanjut ke Putaran Kedua, Kandidat Konservatif Unggul Tipis
Willy Haryono • 1 June 2026 08:46
Bogota: Pemilihan presiden Kolombia akan berlanjut ke putaran kedua setelah tidak ada kandidat yang meraih suara mayoritas mutlak di putaran pertama pemungutan suara.
Berdasarkan hasil sementara otoritas pemilu Kolombia dengan 99 persen suara masuk, kandidat konservatif Abelardo de la Espriella memimpin perolehan suara dengan 43,72 persen. De la Espriella merupakan calon presiden dari Partai National Salvation Movement.
Di posisi kedua, Senator Ivan Cepeda dari koalisi pemerintahan sayap kiri Pacto Historico memperoleh 40,92 persen suara.
Dikutip dari media Anadolu Agency, Senin, 1 Juni 2026, hasil tersebut membuat kedua kandidat melaju ke putaran kedua pemilu yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Juni mendatang.
Meski sejumlah survei menjelang batas akhir publikasi pada 24 Mei sebelumnya konsisten menempatkan Cepeda di posisi teratas, de la Espriella justru berhasil unggul pada hari pemungutan suara dengan selisih sekitar 656 ribu suara.
Namun, analis politik menilai kemenangan di putaran pertama belum menjamin keberhasilan di putaran kedua.
Persaingan kini diperkirakan akan ditentukan oleh perebutan suara pemilih moderat dan kelompok tengah yang belum memiliki afiliasi politik kuat.
Kandidat Partai Centro Democratico, Paloma Valencia, yang dikenal sebagai politikus dekat mantan Presiden Alvaro Uribe, hanya meraih dukungan satu digit dalam pemilu kali ini.
Agenda Kapitalisme
Para analis menilai suara pendukung Valencia belum tentu otomatis berpindah ke de la Espriella, meski sebagian besar basis konservatif diperkirakan akan mendukung kandidat tersebut di putaran kedua.Abelardo de la Espriella dikenal sebagai pengacara pidana yang kontroversial dan sering menampilkan diri sebagai figur anti-kemapanan politik.
Dengan julukan “El Tigre," ia mengusung agenda kapitalisme pasar bebas yang agresif, pemangkasan birokrasi negara, serta pendekatan keras terhadap kartel narkoba dan kelompok gerilya bersenjata.
Sementara itu, Ivan Cepeda dikenal sebagai aktivis hak asasi manusia dan tokoh utama koalisi kiri pendukung Presiden Gustavo Petro.
Ia menjanjikan reformasi institusi dan kelanjutan agenda sosial progresif pemerintahan Petro, meski kampanyenya turut dibayangi berbagai skandal korupsi yang menimpa pemerintahan saat ini.
Sekitar 23,3 juta warga Kolombia tercatat menggunakan hak pilih mereka dalam pemungutan suara yang disebut mengguncang prediksi banyak lembaga survei.
Baca juga: Kolombia Segera Gelar Pemilu Presiden, Ivan Cepeda Unggul dalam Survei