Banten Police inspect recovered life jacket at the Search and Rescue (SAR) Post at Carita Marina Pier, Pandeglang, Banten, on Friday (September 11, 2026). (ANTARA PHOTO/Lintang Budiyanti Prameswari)
Polda Banten Pastikan Temuan Pelampung Bukan Milik Rombongan Jurnalis
Whisnu Mardiansyah • 11 September 2026 16:18
Pandeglang: Pelampung yang ditemukan dalam operasi pencarian hari ketiga lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan bukan bagian dari peralatan keselamatan Kapal Arupadhatu 1.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki memastikan temuan berupa life jacket berwarna oranye dan pelampung putih tersebut bukan milik kapal yang membawa tim jurnalis menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan (pelampung) bukan merupakan milik Kapal Arupadhatu 1 yang sampai sekarang belum ditemukan. Life jacket warna oranye dan pelampung warna putih bukan alat-alat keselamatan yang dimiliki oleh kapal Arupadhatu," katanya di Pos SAR Dermaga Marina Carita, Pandeglang, Banten, seperti dilansir Antara, Jumat, 11 September 2026.
Kepastian tersebut diperoleh setelah kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap pemilik Kapal Arupadhatu 1, Sandi.
Sandi yang dikonfirmasi di lokasi yang sama turut memastikan pelampung yang ditemukan KAL Anyer I-3-64 saat operasi pencarian hari ketiga bukan bagian dari perlengkapan keselamatan kapal yang disewakan untuk membawa tim jurnalis meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Saya tadi sudah dimintai keterangan oleh pihak yang berwajib, boleh Polairud, saya pastikan (pelampung) bukan milik saya," ujar dia.
Sandi menyampaikan Kapal Arupadhatu 1 telah dilengkapi sejumlah peralatan keselamatan saat berangkat. Peralatan tersebut terdiri atas perlengkapan dengan beragam warna.
"Saya tidak bisa memastikan life jacket, karena warnanya (di masing-masing kapal) beragam, ada biru, merah, tapi itu minimal ada 10 karena life jacket itu kalau milik kita untuk wisata, itu digunakan untuk snorkeling oleh tamu-tamu, jadi, dipastikan lebih dari 10," tuturnya.
Dengan hasil pemeriksaan tersebut, temuan pelampung dalam pencarian hari ketiga belum mengarah pada perlengkapan keselamatan milik Kapal Arupadhatu 1.
Sementara itu, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) kembali memperluas operasi pencarian lima jurnalis yang hilang kontak saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.
.jpg)
Operasi SAR hari ketiga di perairan Selat Sunda diperluas hingga 2.483 NM² dengan melibatkan lebih dari 280 personel gabungan. (Dok. IST)
Memasuki hari keempat pencarian, Basarnas mengerahkan 13 kapal dan unsur pendukung pencarian yang dibagi ke dalam empat sektor.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menyebutkan 13 alutsista yang dikerahkan dalam operasi pencarian hari keempat terdiri atas KRI Kerambit 627, KN SAR Tetuka, KP Hayabusa, KN SAR Basudewa, KRI Leuser 924, KAL Anyer, KP Sanjaya, RIB 02 Banten, RBB P Peucang, RIB Lampung, KAL Pahowang, TB Gunung Santri, dan KRI Lepu.
"Untuk hari ini, kami menggerakkan 13 alutsista yang terbagi dalam empat sektor," katanya.
Operasi pencarian tetap dilakukan untuk menemukan lima jurnalis yang belum diketahui keberadaannya setelah kapal yang membawa mereka hilang kontak saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026.