Pemberontak Houthi di Yaman berperang melawan pasukan pemerintah. Foto: Anadolu
PBB: Perang Baru Yaman Berisiko Meluas Menjadi Konflik Regional
Muhammad Reyhansyah • 11 September 2026 19:05
New York: Utusan Khusus PBB untuk Yaman Hans Grundberg memperingatkan bahwa kembalinya perang di negara itu berisiko berkembang menjadi konflik berkepanjangan dan menyeret Yaman kembali ke konfrontasi regional yang lebih luas.
Berbicara dalam sidang Dewan Keamanan PBB mengenai Yaman, Kamis, 10 September 2026, Grundberg mengatakan risiko kembalinya konflik skala besar yang ia peringatkan sebelumnya kini telah menjadi kenyataan.
“Ketika saya memberikan pengarahan kepada dewan ini bulan lalu, saya memperingatkan bahwa Yaman menghadapi risiko terbesar untuk kembali ke konflik berskala besar sejak gencatan senjata 2022. Risiko itu kini telah berubah menjadi kenyataan pahit,” kata Grundberg, dikutip dari Anadolu.
Ia menyebut pertempuran tersebut sebagai titik balik setelah bertahun-tahun Yaman mengalami stabilitas relatif.
“Perang yang kembali berkobar ini seharusnya membuat kita semua khawatir,” ujarnya. Menurut Grundberg, konflik tersebut “secara efektif menandai berakhirnya ketenangan relatif yang dialami Yaman selama lebih dari empat tahun sejak gencatan senjata yang dimediasi PBB.”
Grundberg memperingatkan bahwa dampak konflik dapat melampaui perbatasan Yaman.
“Ini tidak hanya mengancam menjerumuskan Yaman ke dalam perang yang berkepanjangan dan meluas, tetapi juga berisiko sekali lagi menyeret negara itu ke dalam konfrontasi regional yang lebih luas dan belum terselesaikan, dengan dampak global,” katanya.
Meski demikian, Grundberg menegaskan jalur diplomasi masih terbuka. Ia mengatakan dirinya telah mengajukan sejumlah usulan untuk mencegah eskalasi.
“Permintaan Yaman dapat diselesaikan di meja perundingan,” kata Grundberg. Menjelang eskalasi, ia mengatakan telah “mengajukan sejumlah proposal yang menawarkan alternatif yang kredibel.”
Kemajuan Houthi di Pesisir
Pernyataan Grundberg disampaikan ketika pesisir barat Yaman mengalami perkembangan militer yang cepat. Sejumlah media melaporkan kemajuan Houthi di beberapa front menuju wilayah di sekitar Mokha dan Selat Bab al-Mandab.Media Yaman melaporkan pada Kamis bahwa pasukan Houthi telah memasuki sejumlah wilayah di distrik Hays dan Al-Khawkhah, Provinsi Al-Hudaydah selatan, setelah pasukan pemerintah dan sekutunya menarik diri dari posisi mereka di kawasan tersebut.
Mokha dan pesisir di sekitarnya memiliki arti strategis karena kedekatannya dengan Bab al-Mandab, salah satu jalur maritim utama dunia yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.
Yaman kembali mengalami eskalasi militer antara pasukan pemerintah dan Houthi sejak awal Juli, setelah bertahun-tahun relatif tenang menyusul gencatan senjata yang dimulai pada April 2022.
Houthi telah menguasai ibu kota Sanaa dan wilayah luas di Yaman utara serta barat sejak September 2014. Sementara itu, pemerintah dan pasukan sekutunya menguasai wilayah di bagian selatan dan timur.
Sejak Maret 2015, Arab Saudi memimpin koalisi yang mendukung pemerintah Yaman dalam menghadapi Houthi, yang dituduh menerima dukungan dari Iran.