Kemenpar Imbau Wisatawan di Wilayah Anak Krakatau Utamakan Keselamatan

Erupsi Gunung Anak Krakatau. Foto: Akun Instagram @bpbdlampung.

Kemenpar Imbau Wisatawan di Wilayah Anak Krakatau Utamakan Keselamatan

Gabriella Thesa Widiari • 9 September 2026 18:26

Jakarta: Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengimbau wisatawan di wilayah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau untuk mengutamakan keselamatan. Wisatawan diingatkan untuk mematuhi radius aman yang ditetapkan oleh otoritas terkait.

"Wisatawan di wilayah terdampak paparan abu di pesisir Provinsi Banten, Jawa Barat, dan Lampung diimbau mengurangi aktivitas di ruang terbuka, menggunakan masker serta kacamata pelindung, dan selalu mematuhi radius aman yang ditetapkan otoritas," kata juru bicara Kemenpar Imam Priyono, dilansir dari Antara, Rabu, 9 September 2026. 

Terkait aktivitas wisata di kawasan gunung api, dia mejelaskan penetapan status bahaya dan larangan beraktivitas merupakan kewenangan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMB) dan pemerintah daerah setempat. Namun, wisatawan wajib mencari informasi lengkap sebelum melanjutkan perjalanan wisata. 

"Karena itu, Kementerian Pariwisata mengimbau seluruh wisatawan dan operator tur untuk sepenuhnya mematuhi rekomendasi zona Kawasan Rawan Bencana (KRB) yang ditetapkan otoritas," kata Imam.

Imam mengatakan Kemenpar mendorong pengelola destinasi gunung api menutup sementara pintu masuk dan jalur pendakian jika status vulkanologi dinyatakan berbahaya. Pengelola juga wajib memasang barikade serta papan peringatan di titik awal pendakian guna mencegah wisatawan menerobos area rawan.


Ilustrasi wisatawan. Foto: dok. Medcom. 

Dia mengimbau seluruh pihak mematuhi prosedur operasional standar di destinasi ekstrem. Dia menegaskan pentingnya pengawasan dan audit untuk memastikan operator serta pemandu wisata telah memiliki sertifikasi resmi.

Sementara itu, wisatawan diminta selalu memantau info cuaca dan menggunakan agen perjalanan yang terlisensi. Pihak pengelola juga disiagakan melakukan mitigasi teknis, mulai dari pengaktifan jalur evakuasi hingga pembersihan fasilitas dari tumpukan abu vulkanik.

(Gabriella Thesa Widiari)