Riyanda penumpang selamat Kapal Virgo Transport 8 ditemui di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Minggu malam (13/9/2026). ANTARA/Firman
Cerita Korban KM Virgo Transport 8 Selamat Berkat Selembar Triplek
Lukman Diah Sari • 13 September 2026 21:11
Banjarmasin: Kisah perjuangan hidup dan mati dialami Riyanda, 30. Pria asal Cilacap, Jawa Tengah, ini menjadi salah satu penumpang selamat dari tragedi Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, hanya berbekal selembar tripleks.
"Setelah terjun dari kapal saya berpegangan tripleks," kata Riyanda saat ditemui di posko evakuasi Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu malam, 13 September 2026, melansir Antara.
"Posisi kapal sudah miring, saya langsung mencebur ke laut dengan mengenakan baju pelampung di kapal," ungkap Riyanda.
Namun, upaya menyelamatkan diri itu tidak berjalan mulus. Saat melompat, ia sempat membentur lambung kapal yang mengakibatkan dahinya terluka.
Setibanya di air, Riyanda harus pasrah terombang-ambing ombak selama kurang lebih satu jam. Ia mengaku meminum cukup banyak air laut saat wajahnya terus-menerus diterjang gelombang tinggi. Beruntung, ia akhirnya berhasil menggapai salah satu sekoci milik kapal nahas tersebut dan menaikinya bersama tiga penumpang lain.

Bunga, salah satu anggota rombongan keluarga yang sempat pinsan di Posko Terminal Penumpang Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Minggu (13/9/2026). ANTARA/Firman
Tak berselang lama, kapal MV Haida melintas di sekitar lokasi kejadian dan mengevakuasi Riyanda bersama 69 korban lainnya. Mereka kemudian dibawa merapat ke Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.
Meski berhasil lolos dari maut, raut trauma masih terlihat jelas di wajah Riyanda. Kesedihannya semakin mendalam mengingat nasib empat rekan seperjalanannya yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Diketahui, Riyanda berangkat dalam rombongan berjumlah enam orang dari Cilacap. Mereka berlayar menuju Banjarmasin untuk mengadu nasib bekerja di sebuah perkebunan kelapa sawit di wilayah Kalimantan Selatan. Hingga saat ini, baru Riyanda dan satu temannya yang berhasil dievakuasi dengan selamat, sementara empat rekan lainnya masih berstatus hilang.