Pos Komando Penanganan Karhutla Kubu Raya. Metrotvnews.com/Marup
Jarak Pandang Jadi Tantangan Penanganan Karhutla di Kubu Raya Kalbar
Muhamad Marup • 9 September 2026 00:31
Kubu Raya: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menemukan tantangan baru dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tantangan tersebut berupa terbatasnya jarak pandang yang menghambat proses pemadaman, khususnya melalui operasi udara.
"Dua minggu belakangan ini baru terasa ada obstacle tambahan. Untuk operasi udara itu ternyata jarak pandang juga berpengaruh," ujar Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kubu Raya, Syarif Usmardan, kepada Metrotvnews.com, Selasa, 8 September 2026.
Syarif mengatakan kondisi tersebut mempersulit operasi udara, terutama untuk kegiatan water bombing. Menurutnya, jarak pandang ideal untuk mendukung operasi udara berada di atas lima kilometer.
"Sering menemukan bahwa kita gagal terbang karena jarak pandang di bawah satu kilometer," kata Syarif.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstri, BPBD Kubu Raya, Syarif Usmardan. Metrotvnews.com/Marup
Selain jarak pandang, Syarif menyebut tantangan lain dalam penanganan karhutla meliputi ketersediaan air, kondisi angin, dan aksesibilitas menuju lokasi kebakaran. Berbagai kendala tersebut harus dihadapi dengan dukungan personel dan peralatan yang hingga kini masih terbatas.
Syarif mengungkapkan luas karhutla di Kubu Raya pada periode Juni hingga Agustus 2026 mencapai sekitar 10.000 hektare. Dari luasan tersebut, pihaknya memperkirakan baru sekitar 10-20 persen yang mampu ditangani secara maksimal.
"Karena keterbatasan itu tadi. Kalau kita bisa padamkan 100 persen sekitar 2.000 meter persegi, 0,2 hektare, itu bisa padam total," ucap Syarif.
Baca Juga :
Mitigasi Kekeringan, BPBD Kubu Raya Distribusikan Air ke Masyarakat
Di tengah keterbatasan tersebut, pihaknya mengapresiasi adanya dukungan baik dari pemerintah pusat maupun daerah serta para relawan dan donatur. Menurutnya, hal tersebut perlu diapresiasi di tengah kondisi yang sulit.
"Pemerintah pusat memberikan dukungan melalui skema Dana Siap Pakai (DSP) yang digunakan untuk kebutuhan operasional penanganan bencana. Pemerintah pusat juga memberikan bantuan berupa peralatan dan logistik untuk penanganan karhutla di Kubu Raya," tutur Syarif.