PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menyelenggarakan BCA Wealth Summit 2026. (Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga)
BCA Wealth Summit 2026 Ajak Nasabah Kenali Pilihan Investasi dan Proteksi
Duta Erlangga • 10 September 2026 17:22
Jakarta: PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menyelenggarakan BCA Wealth Summit 2026 untuk meningkatkan literasi pengelolaan kekayaan nasabah.
Mengusung tema “Guard Your Future, Lead What’s Next”, kegiatan ini mendorong pemahaman mengenai investasi dan proteksi untuk membantu nasabah mempersiapkan masa depan serta mengambil keputusan finansial secara tepat.
AUM investasi BCA tumbuh
Direktur BCA Haryanto T. Budiman mengatakan BCA Wealth Summit telah memasuki penyelenggaraan kelima sejak pertama kali digelar pada 2022. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi kepada nasabah mengenai pentingnya investasi dan proteksi.“Yang pertama itu kita lakukan di 2022. Kemudian ini yang kelima dan kita lihat pertumbuhan daripada Asset Under Management (AUM) kita itu baik sekali,” kata Haryanto di Jakarta, Rabu, 9 September 2026.

Direktur BCA Haryanto T. Budiman. (Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga)
Haryanto mengatakan aset kelolaan atau AUM investasi BCA meningkat dari Rp139 triliun pada 2022 menjadi Rp339 triliun per Juni 2026.
“Kalau tahun 2022 hanya Rp139 triliun, sekarang Rp339 triliun. Ini pencapaian yang luar biasa menunjukkan bahwa memang nasabah kita juga semakin aware pentingnya melakukan investasi,” ujarnya.
Menurut Haryanto, pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin tingginya kesadaran nasabah terhadap pentingnya investasi. BCA juga menyediakan produk investasi yang dapat diakses berbagai segmen nasabah melalui platform digital myBCA.
“Kita tidak hanya fokus pada segmen atas. Kita menyediakan produk-produk investasi bahkan bisa dibeli di myBCA. Untuk reksa dana Rp10.000 sudah bisa investasi, untuk government bond Rp1 juta. Ini memberikan kemudahan kepada seluruh nasabah,” jelasnya.
Haryanto menambahkan BCA memiliki sekitar 34 juta nasabah dari berbagai segmen. Menurutnya, pemilihan produk investasi perlu disesuaikan dengan profil risiko dan jangka waktu investasi.
Nasabah yang lebih senior, kata dia, cenderung memilih produk dengan risiko lebih konservatif. Sementara nasabah muda dengan jangka waktu investasi lebih panjang dapat mempertimbangkan produk dengan risiko lebih tinggi.
Lebih lanjut, Haryanto juga mengingatkan nasabah untuk berhati-hati terhadap tawaran investasi dengan imbal hasil yang tidak realistis.
“Kalau mendengar ada produk investasi yang memberikan return 60% setahun, 80% setahun, harus ekstra hati-hati. Karena tidak mungkin itu terjadi. Yang namanya investasi selalu ada risiko,” tegasnya.
Ia mengatakan risiko investasi dapat dikelola melalui diversifikasi yang disesuaikan dengan profil risiko masing-masing investor.
“Yaitu dengan diversifikasi sesuai dengan risk appetite kita. Keinginan kita untuk mengambil risiko,” imbuhnya.
Edukasi alternatif investasi
Dalam kesempatan yang sama, EVP Wealth Management BCA Indrawan B. mengatakan BCA Wealth Summit 2026 turut memberikan wawasan mengenai sejumlah alternatif investasi, termasuk emas dan aset kripto.
EVP Wealth Management BCA Indrawan B. (Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga)
Menurut Indrawan, pembahasan mengenai kripto ditujukan untuk memberikan pengetahuan kepada nasabah mengenai karakteristik aset tersebut, termasuk aspek regulasi dan kondisi pasarnya.
“Kripto itu sebenarnya barang apa sih? Ada regulasinya enggak sih? Kemudian kalau di market itu gimana? Tapi tidak dalam konteks bahwa kita meng-address atau mengamini, meng-endorse, tidak. Just untuk pengetahuan, pengetahuan buat nasabah kita,” kata Indrawan.
Ia mengatakan emas juga menjadi salah satu alternatif investasi yang dibahas karena memiliki karakteristik sebagai instrumen investasi jangka panjang.
“Kalau kita lihat emas juga belakangan ini kan juga lagi naik daun. Jadi kita juga melihat bahwa emas itu juga bagian dari alternatif investasi jangka panjang,” ujarnya.
Indrawan menambahkan BCA kini menyediakan fitur tabungan emas melalui myBCA.
“Kita juga sudah bisa sekarang, ada yang namanya tabungan emas di myBCA kita, ada fitur baru,” katanya.
Menurut Indrawan, pembahasan berbagai alternatif investasi tersebut bukan untuk mengarahkan nasabah pada instrumen tertentu, melainkan memberikan wawasan mengenai pilihan investasi yang tersedia.
Sasar generasi muda
Selain kegiatan offline, BCA Wealth Summit 2026 juga menghadirkan sesi online yang dapat diikuti lebih banyak nasabah. Haryanto mengatakan format online dirancang untuk menjangkau berbagai segmen, termasuk generasi muda.“Yang online ini terbuka dengan lebar. Bahkan tahun lalu aja lebih dari 2 juta yang hadir masuk ke sesi online,” kata Haryanto.
Ia mengatakan materi dalam sesi online dikemas dengan bahasa yang lebih mudah dipahami generasi Z dan nasabah muda. BCA berharap kegiatan tersebut dapat mendorong masyarakat memahami investasi sekaligus pentingnya proteksi.
“Kita inginkan dengan ini kita semua lebih optimis. Bahwa kita bisa invest dan mudah-mudahan memberikan kepercayaan kepada para nasabah untuk mulai melakukan investasi dan mulai membeli produk-produk proteksi juga. Karena proteksi juga sama pentingnya,” ujarnya.
BCA Wealth Summit 2026 digelar secara hybrid, yakni dijadwalkan secara langsung pada 16 hingga 17 September 2026 dan dihadiri nasabah undangan. Sedangkan rangkaian online berlangsung pada 18 September hingga 2 Oktober 2026 melalui situs bca.id/wealthsummit. Sesi ini dapat diakses seluruh masyarakat dan nasabah BCA.