PM Malaysia Anwar Ibrahim. (EPA-EFE)
Anwar Ibrahim Serukan Umat Muslim Kuasai AI dan Beragam Teknologi Baru
Willy Haryono • 14 September 2026 09:56
Kerala: Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mendorong para ulama dan masyarakat Muslim untuk meningkatkan penguasaan terhadap kecerdasan buatan (AI) serta beragam teknologi baru lainnya.
Ia memperingatkan bahwa ketertinggalan dalam pengetahuan dan teknologi dapat membuat masyarakat Muslim rentan terhadap pengaruh pihak lain.
“Tanpa pengetahuan, kita akan gagal. Tanpa memahami kecerdasan buatan, kita akan terjajah,” kata Anwar dalam acara penghargaan di Kozhikode, Negara Bagian Kerala, India Selatan pada Minggu kemarin.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Anwar menerima Excellence Award yang untuk pertama kalinya diberikan oleh Sheikh Abubakr Foundation di Markazu Saquafathi Sunniyya, Karanthur.
Anwar mengatakan para ulama perlu memahami “realitas dan tantangan baru pada masa kini”, termasuk perkembangan teknologi modern, ilmu pengetahuan baru, transformasi digital, dan AI.
Menurut dia, kemajuan teknologi tidak boleh mengorbankan prinsip-prinsip agama dan etika. “Kita membutuhkan pengetahuan. Kita membutuhkan keahlian,” ujar Anwar, dikutip dari Anadolu Agency, Senin, 14 September 2026.
Dia menekankan masyarakat Muslim perlu memastikan perkembangan teknologi tetap melindungi “keyakinan dan nilai-nilai moral” yang mereka pegang.
Anwar Soroti Risiko AI terhadap Nilai dan Etika
Anwar juga memperingatkan kemungkinan masuknya nilai-nilai tertentu melalui teknologi baru yang berpotensi mengikis keyakinan dan etika masyarakat apabila mereka tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk memahami serta membentuk arah perkembangan teknologi tersebut.Ia menilai kalangan ulama dan masyarakat Muslim masih belum memberikan perhatian yang memadai terhadap tantangan yang ditimbulkan AI.
Padahal, kata Anwar, risiko perkembangan AI telah menjadi bahan perdebatan di kalangan sejumlah tokoh industri teknologi dunia.
Karena itu, dia menyerukan keterlibatan yang lebih besar dari masyarakat Muslim dalam perkembangan AI. Menurut Anwar, kemajuan teknologi harus tetap berlandaskan pengetahuan, etika, dan nilai-nilai agama.
Dalam acara tersebut, Anwar menerima penghargaan dari Kanthapuram A.P. Aboobacker Musliyar, Grand Mufti India sekaligus salah satu ulama Sunni terkemuka. Anwar berada di Kerala setelah menghadiri KTT ke-18 BRICS di New Delhi.
Baca juga: Ramaphosa Desak BRICS Bentuk Mekanisme Pengawasan Independen terhadap AI