Di KTT ASEAN, Presiden Prabowo Wanti-wanti Krisis Pangan

Presiden Prabowo Subianto. Foto: BPMI Setpres

Di KTT ASEAN, Presiden Prabowo Wanti-wanti Krisis Pangan

M Ilham Ramadhan Avisena • 8 May 2026 15:17

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menyoroti pentingnya memperkuat ketahanan pangan kawasan, di tengah ancaman krisis global dan perubahan iklim. Hal itu disampaikan Prabowo dalam sesi pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Mactan Expo, Jumat, 8 Mei 2026.

Dalam forum tersebut, Prabowo mengingatkan kawasan Asia Tenggara memiliki posisi strategis dalam jalur perdagangan dunia. Karena itu, stabilitas kawasan harus dijaga agar tidak mengganggu distribusi pangan dan rantai pasok regional.

"Kita harus ingat bahwa wilayah kita memiliki jalur perdagangan strategis yang melewati perairan kita, dan kita harus berhati-hati agar tidak terjadi gangguan di wilayah kita sendiri," ujar Prabowo.

Ia juga menyinggung ancaman El Nino ekstrem yang diperkirakan dapat memengaruhi produksi pangan di berbagai negara ASEAN. Menurutnya, kondisi tersebut membuat penguatan ketahanan pangan menjadi agenda mendesak bagi kawasan.
 


"Kita telah diperingatkan oleh organisasi internasional tentang risiko El Niño yang sangat ekstrem yang mengintai di depan kita. Dalam hal ini, ketahanan pangan menjadi semakin mendesak," kata Prabowo.

Prabowo menilai persoalan pangan tidak bisa diselesaikan secara sendiri-sendiri oleh tiap negara. Ia mendorong ASEAN memperkuat koordinasi kawasan melalui pertukaran informasi, diversifikasi pangan, pengembangan teknologi pertanian, hingga optimalisasi cadangan pangan regional.

"Ini bukan tantangan yang bisa ditangani oleh satu negara saja. ASEAN harus bertindak bersama. Hal ini juga membutuhkan penyederhanaan ASEAN Plus Three Cadangan Beras Darurat. Kita harus memajukan Cadangan Pangan Berbasis Cadangan Lokal kita," tutur Prabowo.


Presiden Prabowo Subianto di KTT ASEAN. Foto: BPMI Setpres

Prabowo juga menegaskan ketahanan pangan merupakan tanggung jawab utama pemerintah. Indonesia, kata dia, berkomitmen menjaga kedaulatan pangan nasional sebagai bagian dari upaya mempertahankan stabilitas negara dan kesejahteraan masyarakat.

"Bagi kami, ini adalah tanggung jawab utama pemerintah, dan Pemerintah Indonesia bertekad untuk memikul tanggung jawab penuh dan kedaulatan penuh atas sektor vital ini. Tanpa pangan, pada dasarnya tidak ada masyarakat. Tanpa pangan, tidak ada kemerdekaan. Tanpa pangan, tidak ada perdamaian," pungkas Prabowo.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)