Iran Klaim Rudalnya Paksa Kapal AS Mundur dari Selat Hormuz

Rudal Iran yang dilepaskan melawan ancaman dari Amerika Serikat. Foto: Press TV

Iran Klaim Rudalnya Paksa Kapal AS Mundur dari Selat Hormuz

Fajar Nugraha • 9 May 2026 08:07

Teheran: Seorang pejabat senior militer Iran menyatakan pasukan Iran menyerang unit militer Amerika Serikat di Selat Hormuz setelah kapal tanker minyak Iran diserang pesawat militer AS di Teluk Oman pada Kamis malam, 7 Mei 2026.

Pejabat tersebut mengatakan serangan dilakukan segera setelah tanker berbendera Iran menjadi sasaran serangan yang disebut tidak beralasan. Menurutnya, unit militer AS di Selat Hormuz terkena serangan rudal Iran dan terpaksa mundur setelah mengalami kerusakan besar.

“Unit musuh yang menyerang di Selat Hormuz terkena serangan rudal Iran dan dipaksa melarikan diri setelah mengalami kerusakan,” ujar pejabat itu kepada media pemerintah Iran, IRIB.

Ia menegaskan angkatan bersenjata Iran tetap siaga penuh untuk menghadapi ancaman terhadap wilayah perairan dan jalur maritim negara tersebut.

Sementara itu, Fox News melaporkan militer AS menyerang pelabuhan Qeshm dan Bandar Abbas. Namun, media tersebut menyebut serangan itu belum menandai dimulainya perang terbuka antara kedua negara.

Respons Keras Parlemen Iran

Ketua Komisi Pasal 90 Parlemen Iran, Nasrollah Pejmanfar, mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat. Ia menyebut setiap serangan rudal terhadap Iran dianggap sebagai tindakan kriminal langsung oleh AS dan akan dibalas dengan serangan serupa.

“Serangan hari ini terhadap Selat Hormuz dan pulau-pulau Iran merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata, dan Amerika harus bersiap menghadapi respons keras yang setimpal,” kata Pejmanfar, dikutip dari media Press TV, Kamis, 7 Mei 2026.

Ia juga menuduh AS sebagai penyebab utama berbagai insiden terhadap Iran. Menurutnya, Iran akan langsung menargetkan pangkalan militer Amerika sebagai balasan atas serangan tersebut. Pejmanfar mengaitkan insiden terbaru dengan operasi “Project Freedom” milik Washington yang disebut gagal.

CENTCOM Klaim Serang Fasilitas Militer Iran

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengeluarkan pernyataan yang menyebut pasukan AS mencegat serangan Iran dan melakukan serangan balasan untuk mempertahankan diri.

CENTCOM mengklaim tidak ada aset militer AS yang terkena serangan. Militer AS juga menyatakan telah menyerang lokasi rudal Iran, pusat komando, dan fasilitas pengawasan militer.

Iran menolak klaim tersebut dan menegaskan tidak akan membiarkan pelanggaran terhadap kedaulatan negaranya. Pemerintah Iran menyebut setiap pihak yang mengancam wilayah perairan atau aset Iran akan menghadapi konsekuensi berat.

Iran juga menuduh pasukan AS melanggar hukum internasional dan gencatan senjata regional karena menyerang kapal tanker berbendera Iran yang sedang menuju tujuan pelayaran. Tindakan itu disebut sebagai bentuk pembajakan di laut lepas.

Pasukan Iran kemudian disebut langsung merespons dengan menyerang unit militer AS yang dianggap bertanggung jawab atas insiden tersebut.

(Keysa Qanita)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)