Hanyut 159 Km, Balita Tenggelam di Barito Utara Ditemukan Nelayan

Jenazah korban tenggelam Sri Jimah (2), dibawa ke rumahnya di Desa Lemo 1, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara dari Buntok, Jumat, 20 Maret 2026. ANTARA/HO-BPBD Barito Utara

Hanyut 159 Km, Balita Tenggelam di Barito Utara Ditemukan Nelayan

Silvana Febiari • 20 March 2026 23:41

Barito Utara: Jasad balita tenggelam Sri Jimah (2), warga Desa Lemo I, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, ditemukan oleh nelayan di wilayah Buntok, Kabupaten Barito Selatan. Korban ditemukan sejauh sekitar 159,5 kilometer dari lokasi kejadian.

Sekretaris Desa Lemo I, Zainal Arifin, membenarkan bahwa jenazah korban ditemukan di sekitar Pelabuhan Pasar Lama dan Pelabuhan Airud Buntok sekitar pukul 08.45 WIB.

“Kami telah menerima informasi bahwa jenazah korban ditemukan oleh masyarakat di wilayah Buntok. Setelah dilakukan koordinasi, jenazah dibawa ke RSUD Buntok untuk proses identifikasi, dan dipastikan bahwa itu adalah warga kami, Sri Jimah,” ujar Zainal Arifin, dilansir dari Antara, Jumat, 20 Maret 2026. 
 


Sebelumnya, korban dilaporkan hilang sekitar pukul 13.00 WIB, Selasa, 17 Maret 2026. Proses pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD, Damkar, Basarnas Palangka Raya, relawan, serta masyarakat Desa Lemo I dan Lemo II.

Setelah proses identifikasi, jenazah korban segera diserahkan kepada pihak keluarga. Selanjutnya, jenazah akan dibawa kembali ke Desa Lemo I menggunakan ambulans dari RSUD Buntok.

“Atas nama pemerintah desa dan keluarga korban, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan,” tambahnya.

Dengan ditemukannya korban, maka seluruh rangkaian operasi pencarian resmi dihentikan. Perwakilan Basarnas Kalimantan Tengah, Malik juga membenarkan jenazah yang ditemukan di wilayah Buntok merupakan korban yang selama ini dicari oleh tim gabungan.

“Berdasarkan hasil identifikasi dan koordinasi di lapangan, jenazah yang ditemukan tersebut dipastikan adalah korban yang hilang beberapa hari lalu di wilayah Muara Teweh,” jelas Malik.

Ia juga mengapresiasi kerja sama seluruh pihak, baik tim gabungan maupun masyarakat, yang turut membantu dalam proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan.

Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi keluarga korban serta masyarakat setempat. Diharapkan kejadian serupa tidak terulang dan masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam pengawasan anak-anak di sekitar aliran sungai.


Ilustrasi korban tenggelam. Metrotvnews.com/ Khairunnisa Puteri M


Berdasarkan informasi, jenazah pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan yang sedang mencari ikan pada pagi hari. Nelayan tersebut kemudian membawa jenazah ke pelabuhan Pasar Lama Buntok dan melaporkannya kepada Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Barito Selatan. Selanjutnya, tim berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan evakuasi dan membawa korban ke RSUD Buntok.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Barito Utara Rizali Hadi menyatakan pihaknya turut berduka cita atas kejadian tersebut.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Terima kasih kepada seluruh tim gabungan yang telah bekerja maksimal dalam upaya pencarian selama empat hari ini. Dengan ditemukannya korban, maka operasi pencarian secara resmi kami tutup,” ujar Rizali.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)