BMKG Imbau Waspada Hujan di Pegunungan Sumut, Berpotensi Banjir dan Longsor

Prakirawan BMKG Wilayah 1 Christin Mori ketika memaparkan prakiraan cuaca Sumatera Utara untuk Senin ANTARA/Juraidi

BMKG Imbau Waspada Hujan di Pegunungan Sumut, Berpotensi Banjir dan Longsor

Whisnu Mardiansyah • 16 March 2026 09:00

Medan: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap potensi hujan di kawasan pegunungan Sumatra Utara yang dapat menyebabkan banjir dan longsor pada Senin, 16 Maret 2026.

Prakirawan BMKG Wilayah 1 Christin Mori mengatakan secara umum cuaca di Sumatra Utara pada Senin berawan dan berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di beberapa wilayah.

"Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang di kawasan pegunungan dan lereng barat Sumatera Utara yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor," kata Christin di Medan seperti dilansir Antara, Minggu, 15 Maret 2026.

Pada pagi hari, wilayah yang berpotensi hujan dengan intensitas ringan meliputi Serdang Bedagai, Nias, Nias Utara, Batubara, Deli Serdang, Gunungsitoli, dan Medan.

Memasuki siang hingga sore hari, hujan ringan diprakirakan terjadi di Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Langkat, Mandailing Natal, Nias, Nias Selatan, Padang Lawas, Labuhanbatu, dan Labuhanbatu Selatan.
 


Sementara pada malam hari, potensi hujan ringan hingga sedang masih akan melanda Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Humbang Hasundutan, Toba, dan sekitarnya.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan Indah Riandiny Puteri menambahkan sebagian perairan Sumatera Utara masih berpotensi dilanda gelombang tinggi hingga 19 Maret mendatang.

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 6-25 knot, sedangkan di wilayah selatan bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 6-30 knot.


Ilustrasi Metrotvnews.com

Tinggi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan Barat Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Batu, dan perairan Kepulauan Batu, serta Samudra Hindia barat Kepulauan Nias.

Nelayan yang menggunakan perahu diminta waspada jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Demikian juga dengan kapal tongkang jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)