Tiongkok Sebut Klaim AS soal Tekanan Militer di Taiwan sebagai Distorsi

Ilustrasi Anadolu

Tiongkok Sebut Klaim AS soal Tekanan Militer di Taiwan sebagai Distorsi

Fajar Nugraha • 15 April 2026 19:08

Beijing: Pemerintah Tiongkok menyebut klaim Amerika Serikat (AS) terkait tekanan militer terhadap Taiwan sebagai distorsi fakta dan bermuatan niat buruk.

Pernyataan ini disampaikan juru bicara Kantor Urusan Taiwan Tiongkok, Chen Binhua, pada Rabu, 15 April 2026.

Chen menegaskan Taiwan merupakan urusan dalam negeri Tiongkok yang tidak boleh dicampuri pihak luar. Ia juga meminta Amerika Serikat bersikap hati-hati dalam menangani isu tersebut.

“Ini merupakan distorsi total terhadap fakta dan mengandung niat jahat,” ujar Binhua.

Ia menilai tuduhan tersebut terus diulang oleh pihak Amerika Serikat tanpa dasar yang jelas.

Dilansir dari Channel News Asia, Tiongkok diketahui meningkatkan aktivitas militer di sekitar Taiwan dalam beberapa waktu terakhir, termasuk latihan perang dan uji tembak. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Pernyataan tersebut muncul setelah Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat mendesak Tiongkok untuk berdialog dengan Taiwan dan menghentikan tekanan militer. Seruan ini muncul usai pertemuan antara tokoh oposisi Taiwan Cheng Li-wundan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing.

Tiongkok menolak berkomunikasi dengan Presiden Taiwan Lai Ching-te yang dianggap sebagai separatis. Lai menegaskan bahwa masa depan Taiwan hanya dapat ditentukan oleh rakyatnya.

Jalan Perdamaian

Cheng menyatakan kunjungannya bertujuan mendorong perdamaian di tengah ketegangan. Ia berharap hubungan Tiongkok dan Amerika Serikat dapat membaik melalui dialog dan kerja sama.

“Kami bisa menempuh jalan perdamaian,” ujar Cheng.

Ia menambahkan pesan tersebut ingin disampaikan kepada Washington sebagai upaya meredakan konflik.

Tiongkok menyatakan tetap mengutamakan reunifikasi damai dengan Taiwan, meski tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan. Pemerintah Tiongkok juga menilai reunifikasi akan membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat Taiwan.

Sementara itu, Tiongkok menegaskan kembali preferensinya terhadap reunifikasi damai dengan Taiwan. Meski demikian, Tiongkok tidak pernah mengesampingkan opsi penggunaan kekuatan untuk mencapai tujuan tersebut.

(Keysa Qanita)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)