93 Persen Wilayah Jabar Diprediksi Alami Kemarau Sangat Kering

Ilustrasi kekeringan. Foto MGN

93 Persen Wilayah Jabar Diprediksi Alami Kemarau Sangat Kering

Media Indonesia • 14 April 2026 18:04

Bandung: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi 93 persen wilayah Jawa Barat akan dilanda kekeringan ekstrem tahun ini. Musim kemarau 2026 diprediksi datang lebih awal dengan durasi lebih panjang, serta kondisi yang jauh lebih kering dibanding biasanya.

Prakirawan Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Vivi Indhira, menjelaskan, fenomena ini sudah mulai terlihat di beberapa daerah Jawa Barat sejak Maret 2026. Wilayah utara seperti Bekasi dan Karawang bagian utara menjadi yang pertama merasakan musim kemarau.

"Memasuki April ini, giliran Karawang bagian tengah, Subang tengah, hingga sebagian Indramayu yang mulai mengalami penyusutan curah hujan," kata Vivi di Bandung, Selasa, 14 April 2026. 


Ilustrasi freepik

Berdasarkan pemetaan BMKG, sebanyak 56 persen wilayah di Jawa Barat baru akan masuk periode kemarau pada Mei mendatang. Sedangkan wilayah Bandung Raya serta sebagian besar Bogor, Sukabumi, hingga Pangandaran baru akan kemarau pada Juni.

Vivi menyebut terdapat anomali signifikan pada siklus cuaca tahun ini, yakni sebanyak 66 persen wilayah Jabar mengalami kemarau yang datang lebih cepat dari jadwal semestinya.

"Tahun 2026 ini, sebanyak 93 persen wilayah Jawa Barat akan mengalami musim kemarau yang sangat kering. Hanya 7 persen wilayah yang masuk kategori normal," ungkap dia.

Adapun puncak kekeringan diprediksi akan terjadi di 90 persen wilayah Jawa Barat pada Agustus. Kondisi ini menuntut kewaspadaan tinggi mengingat durasi kemarau yang panjang dapat memicu krisis air bersih yang meluas.

BMKG mengimbau pemerintah dan masyarakat untuk mengantisipasi fenomena tersebut. Salah satu yang terpenting adalah optimalisasi operasional waduk dan bendungan. Masyarakat pun diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan di tengah cuaca ekstrem kering. 

"Kami mengimbau petani segera menyesuaikan kalender tanam. Hindari puncak kemarau dan beralihlah ke varietas tanaman yang tahan kekeringan serta memiliki umur pendek," pesan dia. (MI/BY)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)