Tunggal putra andalan Indonesia, Jonatan Christie. Foto: Dok. PBSI.
Jonatan Christie Incar 'Magis' Istora Demi Juara Indonesia Open 2026
Fachri Audhia Hafiez • 15 April 2026 00:02
Jakarta: Tunggal putra andalan Indonesia, Jonatan Christie, mengungkapkan ambisi besarnya untuk merengkuh gelar juara dalam ajang Polytron Indonesia Open 2026. Turnamen level BWF World Tour Super 1000 ini menjadi salah satu target utama yang masuk dalam daftar keinginan (wishlist) sang pemain setelah dalam beberapa edisi terakhir gagal meraih hasil maksimal.
“Indonesia Open ini salah satu wishlist saya, untuk bisa menjuarai kejuaraan ini. Jadi memang ini salah satu target utama di tahun ini,” ujar Jonatan Christie kepada pewarta di Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 14 April 2026.
Pemain yang akrab disapa Jojo ini mengaku telah berkoordinasi intensif dengan tim pelatih guna mematangkan persiapan. Mengingat prestasinya yang sempat terhenti di babak-babak awal pada edisi sebelumnya, Jojo berkomitmen untuk memberikan performa maksimal saat berlaga di Istora Gelora Bung Karno, Juni mendatang.
“Pasti akan dipersiapkan 100 persen dari segala sisi, karena memang ingin mendapatkan hasil yang terbaik. Tahun lalu mungkin terhenti di babak awal, tapi itu jadi pelajaran,” tambahnya.
Sentuhan 'Magis' Istora Senayan
Selain aspek teknis, Jojo mengaku merindukan atmosfer luar biasa dari para pendukung bulu tangkis di Tanah Air. Baginya, Istora Senayan memiliki keunikan yang memberikan motivasi tambahan bagi para atlet Indonesia untuk berjuang di lapangan.
“Istora dari dulu tidak pernah berubah, punya magisnya sendiri. Dengan penonton yang luar biasa, saya rasa tidak bisa digantikan dengan stadion lain. Semoga para badminton lovers mau hadir, datang, memeriahkan, dan sekaligus mendukung kami atlet Indonesia,” kata peraih emas Asian Games 2018 tersebut.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: Dok. Medcom.id.
Menyikapi peta persaingan dunia yang semakin merata, Jojo menyoroti pesatnya perkembangan atlet mancanegara berkat penerapan sport science yang modern.
Meski persaingan semakin ketat, ia memilih untuk tetap fokus pada kesiapan diri sendiri demi menjawab rasa penasarannya naik ke podium tertinggi di rumah sendiri.
“Sekarang negara-negara yang dulu mungkin belum bisa menempatkan pemain di top level, sudah punya beberapa pemain kuat. Itu menunjukkan perkembangan yang sangat pesat,” ujar Jonatan.