Prabowo Gelar Ratas Bahas Percepatan Giant Sea Wall

Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Laksamana Madya TNI (Purn.) Didit Herdiawan Ashaf. Foto: ANTARA/Irfansyah Nasution.

Prabowo Gelar Ratas Bahas Percepatan Giant Sea Wall

Fachri Audhia Hafiez • 20 April 2026 19:13

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajarannya untuk mempercepat pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) di sepanjang pesisir utara (Pantura) Pulau Jawa. Proyek strategis ini dinilai krusial untuk menyelamatkan lebih dari 30 juta penduduk dan 60 persen kawasan industri di wilayah pesisir dari ancaman kenaikan permukaan air laut.

“Masih dalam tahap perencanaan dan kita akan mendalami lagi untuk kegiatan-kegiatan yang ada kaitannya dengan konstruksi,” ujar Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ), Laksamana Madya TNI (Purn.) Didit Herdiawan Ashaf, usai rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir Antara, Senin, 20 April 2026.
 


Didit menjelaskan bahwa meskipun Presiden meminta eksekusi dipercepat, saat ini pihaknya masih melakukan penghitungan mendalam terkait ketersediaan sumber daya (resources) di dalam negeri. Pemerintah berupaya memanfaatkan seluruh potensi lokal untuk mendukung konstruksi megaproyek tersebut.

“Rencana dari hasil hitungan, masih dihitung waktunya, karena berkaitan dengan 'resources' yang ada di Indonesia, kita manfaatkan semua,” tambah Didit.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkapkan bahwa Presiden juga meminta keterlibatan aktif dari dunia akademisi. Brian menyebutkan penelitian-penelitian di kampus, seperti yang telah sukses diuji coba di wilayah Demak dan Semarang, akan diintegrasikan untuk meningkatkan efisiensi pembangunan infrastruktur tersebut.


Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. Antara.

“Banyak hasil-hasil penelitian di kampus yang juga sudah diuji coba. Salah satunya yang berhasil di Demak, Semarang. Itu juga nanti kita diminta berpartisipasi aktif. Jadi, dosen-dosen yang selama ini penelitian-penelitian yang ada di kampus yang mendukung untuk percepatan dan menjadi lebih efisien tentang pengembangan giant sea wall itu diminta untuk terlibat,” jelas Brian.

Ratas tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Pemerintah optimis sinergi lintas sektoral ini dapat memperkuat ketahanan wilayah utara Jawa untuk jangka panjang.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)